Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Tes Ibu Jari, Cara Sederhana Deteksi Risiko Penyakit Jantung

by Teguh Imam Suyudi
25 Agustus 2024 | 17:00
in Gaya Hidup
Tes Risiko Penyakit Jantung

Tes Risiko Penyakit Jantung (Gambar: Media Sosial)

Bagikan sekarang:

Jakarta,CoreNews.id – Ada tes sederhana dapat digunakan untuk menunjukan risiko seseorang terkena penyakit jantung. Tes itu dilakukan dengan mencoba gerakkan ibu jari sejauh mungkin melewati telapak tangan.

Data dari World Health Organization (WHO) memperlihatkan penyakit jantung koroner (45 persen) merupakan penyebab kematian tertinggi setelah stroke (51 persen).

Penyakit jantung dapat dicegah dengan sejumlah upaya. Ada tes sederhana yang menurut para dokter di Yale University School of Medicine, Connecticut, Amerika Serikat dapat diandalkan untuk menunjukan risiko seseorang terkena penyakit jantung terkait aortic aneurysm, yakni penggelembungan pembuluh aorta. Aorta merupakan pembuluh darah besar yang membawa darah dari jantung ke jantung ke seluruh tubuh.

Tes itu dilakukan dengan mencoba gerakkan ibu jari sejauh mungkin melewati telapak tangan. Peneliti menguji metode ini pada 305 orang.

“Studi kami menunjukkan bahwa mayoritas pasien aneurisma tidak menunjukkan tanda positif pada tes ibu jari-telapak tangan, tetapi pasien yang punya hasil tes positif memiliki kemungkinan tinggi untuk memiliki aneurisma,” kata penulis senior Dr John A Elefteriades, dikutip dari sejumlah pemberitaan media nasional.

Ia mengatakan, orang yang bisa melenturkan ibu jari mereka hingga tepi telapak tangan tidak berada di jurang pecahnya aneurisma. Sebab, aneurisma sering kali membutuhkan waktu puluhan tahun untuk berkembang hingga berisiko pecah.

“Hasil tes yang positif tidak perlu membuat panik, namun, tes ini mungkin berguna untuk melihat orang dengan faktor risiko yang ada,” tutur dr Elefteriades yang memublikasikan penelitiannya di American Journal of Cardiology.

READ  Indonesia Siap Evakuasi 2.000 Warga Gaza untuk Pengobatan di Pulau Galang
Tags: Penyakit JantungTes Ibu JariWHO
Previous Post

Dosen PNJ Berikan Pelatihan Literasi Ekonomi dan Keuangan Syariah

Next Post

Prabowo Tak Hadir di Muktamar PKB, Cak Imin Jelaskan Alasannya

Next Post
Prabowo Tak Hadir di Muktamar PKB, Cak Imin Jelaskan Alasannya

Prabowo Tak Hadir di Muktamar PKB, Cak Imin Jelaskan Alasannya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

bpr-penataran-transformasi-layanan-top-bumd-awards-2026

Kesuksesan Transformasi BPR Penataran Pukau Juri TOP BUMD Awards 2026

22 Januari 2026 | 15:00
rsud-sambas-transformasi-layanan-kesehatan-top-bumd-awards-2026

RSUD Sambas Paparkan Transformasi Layanan Kesehatan di TOP BUMD Awards 2026

14 Januari 2026 | 22:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00
RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Perkuat Transformasi Digital untuk Tingkatkan Mutu Layanan, RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 07:00

POPULER

ocean-buddy-dana-konservasi-laut-hiu-paus

Main Game di Aplikasi DANA, Bisa Bantu Selamatkan Hiu Paus!

12 Oktober 2025 | 21:00
“Road to YKABF 2026” menjadi aktivasi publik awal yang memperkenalkan semangat eksperimentasi dan aksesibilitas, kepada audiens yang lebih luas, khususnya mahasiswa, akademisi, dan kreator muda. YKABF mendorong artbook dan zine sebagai medium alternatif dalam produksi pengetahuan—yang bersifat personal, berbasis proses, dan lekat dengan eksplorasi material. Melalui rangkaian program kurasi—mulai dari showcase, diskusi, hingga eksplorasi langsung—acara ini membuka ruang dialog antara praktik artistik dan wacana akademik dalam konteks penerbitan independen.

Yogyakarta Art Book Fair Luncurkan Road to YKABF 2026

12 April 2026 | 15:21
Sejarah Pembangunan Ka’bah

Sejarah Pembangunan Ka’bah

17 Februari 2025 | 16:36
Angklung Warisan Budaya Sunda

Angklung Warisan Budaya Sunda

11 Juli 2025 | 15:57
iran-as-berunding-oman-ancaman-eskalasi

AS-Iran Bertemu di Pakistan Malam Ini, Damai atau Gagal Total?

11 April 2026 | 21:00
Kesembilan produk makanan olahan mengandung unsur babi tersebut teridentifikasi setelah dilakukan pembuktian melalui uji laboratorium Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan BPJPH. Dari kesembilan produk tersebut, tujuh produk bersertifikat halal. Di sini, BPJPH memberikan sanksi berupa penarikan produk dari peredaran. Penarikan ini sesuai dengan peraturan pemerintah Nomor 42 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal.

Marshmallow Mengandung Babi Masih Beredar di Minimarket

23 April 2025 | 11:52
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved