Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

IPW Tolak Wacana Pelucutan Senjata Polisi

by Miroji
11 Desember 2024 | 13:53
in Indeks
IPW Tolak Wacana Pelucutan Senjata Polisi
Bagikan sekarang:

CoreNews.id, Jakarta – Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso menolak wacana pelucutan senjata terhadap anggota Polri. Wacana ini diajukan oleh beberapa pegiat Hak Asasi Manusia (HAM). 

Ia menilai, gagasan tersebut tidak realistis, karena kasus kriminal di Indonesia yang semakin kompleks dan brutal. Bahkan, pelaku kejahatan seperti curanmor, perampokan, dan begal kerap membawa senjata api. 

“Kondisi masyarakat kita dan meningkatnya kekerasan tindak pidana yang sangat brutal, seperti curas dan curat. Menurut saya belum memungkinkan anggota Polri dilucuti senjatanya,” kata Sugeng, ditulis Rabu (11/12/2024).

Sugeng melanjutkan, wacana melucuti senjata polisi tidak sejalan dengan kebutuhan mendesak untuk menjaga keamanan masyarakat. Karenanya, anggota Polri harus tetap dilengkapi dengan senjata untuk menghadapi ancaman tersebut.

Peneliti Kebijakan Publik dari Institute for Development of Policy and Local Partnerships (IDP-LP), Riko Noviantoro sepakat dengan Sugeng. Riko bahkan menilai pelucutan senjata polisi merupakan tindakan gegabah, karena angka kriminalitas masih tinggi. 

Riko menekankan, tindakan tegas polisi dengan menggunakan senjata api masih diperlukan, terutama saat membahayakan jiwa, dan masyarakat. Satu sisi, sanksi tegas harus diberikan kepada polisi yang melakukan pelanggaran penggunaan senjata. 

“Kasus itu harus dipandang sebagai persoalan disiplin personil. Maka perlu pendekatan pembinaan dan sanksi bagi pelanggaran, bukan melucuti senjata api (institusi),” ujar Riko.

Wacana ini salah satunya muncul dari Wakil Ketua Bidang Advokasi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Arif Maulana. Ia menilai, pemerintah perlu mempertimbangkan itu, karena maraknya penyalahgunaan senjata oleh oknum anggota Polri.

READ  Makan Siang dengan Jokowi, Raffi Ahmad Bingung: Siapa yang Bayarin?
Tags: IPW
Previous Post

Banyak Persaingan, Pelaku UMKM Kuliner Rasakan Penjualan Menurun

Next Post

‘Makan Bergizi Gratis’ Akan Diterapkan di Pesantren

Next Post
‘Makan Bergizi Gratis’ Akan Diterapkan di Pesantren

'Makan Bergizi Gratis' Akan Diterapkan di Pesantren

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

bpr-penataran-transformasi-layanan-top-bumd-awards-2026

Kesuksesan Transformasi BPR Penataran Pukau Juri TOP BUMD Awards 2026

22 Januari 2026 | 15:00
rsud-sambas-transformasi-layanan-kesehatan-top-bumd-awards-2026

RSUD Sambas Paparkan Transformasi Layanan Kesehatan di TOP BUMD Awards 2026

14 Januari 2026 | 22:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00
RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Perkuat Transformasi Digital untuk Tingkatkan Mutu Layanan, RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 07:00

POPULER

ocean-buddy-dana-konservasi-laut-hiu-paus

Main Game di Aplikasi DANA, Bisa Bantu Selamatkan Hiu Paus!

12 Oktober 2025 | 21:00
Sejarah Pembangunan Ka’bah

Sejarah Pembangunan Ka’bah

17 Februari 2025 | 16:36
Angklung Warisan Budaya Sunda

Angklung Warisan Budaya Sunda

11 Juli 2025 | 15:57
“Road to YKABF 2026” menjadi aktivasi publik awal yang memperkenalkan semangat eksperimentasi dan aksesibilitas, kepada audiens yang lebih luas, khususnya mahasiswa, akademisi, dan kreator muda. YKABF mendorong artbook dan zine sebagai medium alternatif dalam produksi pengetahuan—yang bersifat personal, berbasis proses, dan lekat dengan eksplorasi material. Melalui rangkaian program kurasi—mulai dari showcase, diskusi, hingga eksplorasi langsung—acara ini membuka ruang dialog antara praktik artistik dan wacana akademik dalam konteks penerbitan independen.

Yogyakarta Art Book Fair Luncurkan Road to YKABF 2026

12 April 2026 | 15:21
iran-as-berunding-oman-ancaman-eskalasi

AS-Iran Bertemu di Pakistan Malam Ini, Damai atau Gagal Total?

11 April 2026 | 21:00
Kesembilan produk makanan olahan mengandung unsur babi tersebut teridentifikasi setelah dilakukan pembuktian melalui uji laboratorium Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan BPJPH. Dari kesembilan produk tersebut, tujuh produk bersertifikat halal. Di sini, BPJPH memberikan sanksi berupa penarikan produk dari peredaran. Penarikan ini sesuai dengan peraturan pemerintah Nomor 42 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal.

Marshmallow Mengandung Babi Masih Beredar di Minimarket

23 April 2025 | 11:52
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved