Jakarta, CoreNews.id – Anggota Komisi I DPR RI, Sarifah Ainun Jariyah, mendesak pemerintah segera mengambil langkah diplomatik tegas terkait insiden dugaan penembakan warga negara Indonesia (WNI) oleh aparat Unit Patroli Perbatasan (UPF) Timor Leste di Desa Inbate, Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (25/8).
“Ini adalah pelanggaran kedaulatan dan keselamatan warga negara yang sangat serius. Kami meminta pemerintah, dalam hal ini Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pertahanan, untuk segera memanggil Duta Besar Timor Leste dan menyampaikan protes resmi yang kuat,” kata Sarifah dalam keterangannya, Rabu (27/8).
Insiden itu menyebabkan seorang warga bernama Paulus Taek Oki (60) mengalami luka tembak. Menurut Sarifah, kasus ini semakin serius karena dipicu pemasangan patok batas sepihak oleh UPF Timor Leste di titik sengketa Pilar 36, yang dianggap melanggar kesepakatan bilateral.
“Yang sangat memprihatinkan adalah bahwa insiden ini terjadi setelah adanya kesepakatan bahwa pemasangan patok batas hanya akan dilakukan di titik-titik yang tidak disengketakan. Pemasangan patok di titik sengketa Pilar 36 oleh UPF Timor Leste jelas merupakan sebuah pelanggaran dan provokasi yang tidak dapat dibiarkan,” tegas legislator PDIP itu.
Sarifah juga mendorong percepatan perundingan batas wilayah yang masih menyisakan empat segmen belum disepakati, termasuk wilayah Noel Besi-Citrana (Naktuka). Ia meminta pemerintah memastikan pertanggungjawaban aparat UPF, memperkuat pengawasan TNI-Polri di titik rawan, memberi pendampingan bagi korban dan keluarga, serta mendorong pembentukan tim pencari fakta bersama.
“Kami berdiri di belakang pemerintah untuk mengambil sikap tegas, namun tetap mengedepankan jalur diplomasi untuk penyelesaian damai dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri RI melalui KBRI Dili telah meminta klarifikasi kepada Kemlu Timor Leste terkait insiden ini. “KBRI Dili juga sudah langsung meminta klarifikasi pada Kemlu Timor Leste tentang hal tersebut,” kata Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl Mulachela.
Insiden di Dusun Nino, Desa Inbate, terjadi saat 24 warga terlibat bentrok dengan tujuh personel UPF yang bersenjata laras panjang. Pemprov NTT menegaskan pemasangan patok sepihak itu melanggar kesepakatan yang baru dibahas sehari sebelum kejadian.