Corenews.id
No Result
View All Result
  • Trending
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Peringatan Menkes: Campak Lebih Menular dan Berbahaya Dibanding COVID-19

by Teguh Imam Suyudi
29 Agustus 2025 | 09:00
in Humaniora
covid-19-mewabah-di-asia-kemenkes-imbau-waspada

Ilustrasi Virus Covid-19 (Gambar: Dok. Kemenkes)

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id –  Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memberikan peringatan keras kepada masyarakat mengenai bahaya penyakit campak. Dalam kunjungan kerjanya ke Sumenep, Jawa Timur, Menkes menyatakan bahwa penyakit campak justru lebih berbahaya daripada COVID-19 dilihat dari kecepatan penularannya.

“Jika COVID-19 memiliki tingkat penularan satu orang ke dua hingga tiga orang, campak ini mampu menular dari satu orang ke 18 orang lainnya,” tegas Menkes Budi Gunadi Sadikin pada Kamis, 28/08/2025.

Kecepatan Penularan Campak yang Mengkhawatirkan

Pernyataan Menkes ini bukan tanpa alasan. Data epidemiologi menunjukkan bahwa virus campak (measles) merupakan salah satu virus paling menular di dunia. Kemampuannya untuk menyebar melalui udara dan bertahan di ruangan hingga dua jam setelah penderitanya batuk atau bersin membuatnya sangat mudah menginfeksi mereka yang belum kebal.

Namun, di balik ancaman tersebut, terdapat kabar baik. Menkes menegaskan bahwa penanganan penyakit campak ini sama seperti COVID-19, yaitu sudah ada vaksinnya yang sangat efektif.

“Kalau divaksinasi, anak-anak tidak akan terkena campak yang bisa menyebabkan kematian,” ujar Menkes Budi.

Percepatan Imunisasi Massal di Sumenep dan Madura

Untuk menahan laju penularan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan percepatan imunisasi massal bagi sekitar 80 ribu anak di Kabupaten Sumenep. Targetnya, seluruh vaksinasi dapat diselesaikan dalam waktu dua minggu.

“Kita sudah siapkan 11 ribu vial vaksin, cukup untuk 80 ribu anak. Logistik sudah kami kirim ke Madura,” jelas Menkes.

Upaya ini tidak hanya berfokus pada penyediaan vaksin, tetapi juga memperkuat sistem pengawasan. Kemenkes memperketat surveilans di empat kabupaten di Madura dan berencana mendirikan laboratorium khusus di pulau tersebut.

“Kami ingin satu laboratorium ada di Madura agar pemeriksaan sampel tidak perlu dikirim jauh ke Surabaya. Begitu ada indikasi campak, bisa segera ditangani dan dilakukan imunisasi massal di wilayah terdampak,” ucap Menkes Budi.

READ  HMPV Sudah Masuk Indonesia, Menkes: Jangan Panik

Imbauan untuk Seluruh Masyarakat Indonesia

Menkes tidak hanya mengimbau masyarakat Madura, tetapi juga daerah lain yang memiliki kasus campak tinggi, seperti Sumatera Utara, untuk segera membawa balita dan anak-anak mereka mendapatkan imunisasi.

“Campak ini mematikan, jangan sampai terlambat,” pesannya.

Apresiasi juga diberikan Menkes kepada Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, yang sigap mengerahkan seluruh jajaran pemerintahan hingga tingkat desa untuk mendukung kesuksesan program ini.

Dukungan Penuh Masyarakat dan Pemerintah Daerah

Di tempat yang sama, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyerukan gotong royong semua instansi pemerintah, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen untuk menciptakan masyarakat yang sehat dan sejahtera.

“Imunisasi ini diberikan secara gratis di seluruh fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas, posyandu, serta sekolah-sekolah,” kata Bupati Achmad Fauzi.

Dukungan masyarakat pun terlihat nyata. Seperti yang terjadi di TK Qurrota Ayyun, dimana orang tua seperti Muniroh dengan antusias mengantarkan anaknya untuk diimunisasi setelah mendapat izin dari seluruh keluarga.

Kejadian ini menunjukkan kesadaran akan pentingnya vaksinasi sebagai benteng pertahanan kesehatan anak semakin meningkat. Dengan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, wabah campak yang mematikan ini diharapkan dapat segera dikendalikan.

Tags: BudiGunadiSadikinCampakCOVID19ImunisasiKemenkesKesehatanAnakMenkesSumenepSurveilansVaksin
Previous Post

GOTO Selidiki Kasus Driver Ojol Diduga Dilindas Rantis Brimob di DPR

Next Post

Badai PHK Berlanjut, Nike Kembali Pangkas Karyawan demi Restrukturisasi

Next Post
Badai PHK Berlanjut, Nike Kembali Pangkas Karyawan demi Restrukturisasi

Badai PHK Berlanjut, Nike Kembali Pangkas Karyawan demi Restrukturisasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

top-human-capital-awards-2025-talent-mobility-hcms

TOP Human Capital Awards 2025: Ajang Apresiasi dan Pembelajaran Human Capital Terbesar di Indonesia

11 Agustus 2025 | 17:00
Green movement pertamina

Pertamina Luncurkan Green Movement, Wujud Nyata Komitmen ESG

8 Mei 2025 | 14:00
Logo Danantara

Presiden Prabowo Resmikan Badan Pengelola Investasi DANANTARA

12 Maret 2025 | 09:00
Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan

BPJPH Bersinergi dengan 11 Mitra Permudah Sertifikasi Produk Halal

18 Februari 2025 | 17:00
Aplikasi Growin' by Mandiri Sekuritas

Aplikasi Growin’ by Mandiri Sekuritas Permudah Investasi di Pasar Modal

9 Januari 2025 | 17:00

POPULER

AgentLabs oleh Qiscus: AI Agent Proaktif & Humanis untuk Bisnis

Qiscus Luncurkan AgentLabs, AI Agent Revolusioner yang Proaktif dan Manusiawi

27 Agustus 2025 | 17:00
Dengan diketahuinya celurit yang tidak lain adalah krětāla atau senjata asli dalam sejarah Jawa Kuna menurut kajian arkeologis dan filologis, maka Sakera atau Sadiman atau Sagiman sebagai sosok yang melakukan perlawanan terhadap kebijakan Belanda dengan celurit sebagai senjata, dapat dikatakan merupakan sosok yang mempopulerkan kembali celurit sebagai sebuah senjata pembunuh.

Celurit Dalam Tinjauan Sumber Arkeologis dan Filologis

28 Februari 2024 | 04:10
Sejarah Pembangunan Ka’bah

Sejarah Pembangunan Ka’bah

17 Februari 2025 | 16:36
P2G Tolak Program Makan Siang Gratis Pakai Dana BOS

P2G Tolak Program Makan Siang Gratis Pakai Dana BOS

4 Maret 2024 | 15:29
covid-19-mewabah-di-asia-kemenkes-imbau-waspada

Peringatan Menkes: Campak Lebih Menular dan Berbahaya Dibanding COVID-19

29 Agustus 2025 | 09:00
Driver Ojol

Demo Ricuh, Driver Ojol Terlindas Mobil Brimob hingga Tewas

29 Agustus 2025 | 07:57
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Trending
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved