Jakarta, CoreNews.id – Anggota Komisi VI DPR, Firnando Hadityo Ganinduto, memastikan proyek kereta cepat Jakarta–Bandung atau Whoosh tidak akan menggunakan dana APBN untuk melunasi utang ke China.
“Nah saya pastikan kalau ada apa-apa dengan proyek ini, ini udah pasti bukan pakai APBN. Karena ini dari awal B2B, bukan G2G. Jadi enggak ada urusannya dengan APBN,” kata Firnando ddikutip dari CNNIndonesia, Jumat (24/10/2025).
Ia menegaskan kembali, “Itu fix, itu sudah pasti dan enggak akan berubah.”
Firnando mengimbau masyarakat tak perlu khawatir dengan isu penggunaan APBN untuk menutup utang KCIC. Menurutnya, persoalan utang proyek Whoosh akan ditangani oleh Danantara sebagai holding seluruh BUMN.
“Dan kami di Komisi VI udah bicara dengan Danantara, dan Direktur Utama KAI, udah ada solusi yang akan kita lakukan. Dan pasti itu tidak akan pakai APBN,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menilai masalah utama KCIC terletak pada bunga yang tinggi dan penjualan yang masih rendah. “Jadi yang harus kita lakukan adalah kita harus menekan bunga ini, dan kita harus naikkan sales ini. Gimana caranya, Danantara harus hadir di sini,” kata Firnando.
Diketahui, nilai investasi proyek Whoosh melonjak dari US$6,07 miliar menjadi US$7,2 miliar atau sekitar Rp116,54 triliun.













