Jakarta, CoreNews.id — Kurs rupiah melemah di pasar spot sebesar Rp 47 atau 0,28% menjadi Rp 16.695 per dolar AS pada Senin (8/12). Demikian pula kurs rupiah Jisdor, juga melemah Rp 33 atau 0,20% menjadi Rp 16.688 per dolar AS.
Pelemahan tersebut menurut Analis Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto, terjadi karena permintaan domestik yang lebih tinggi terhadap dolar untuk impor akhir tahun dan pembayaran utang. Selain rupiah, beberapa mata uang Asia juga ducatat melemah. Seperti misalnya, Rupee India melemah 0,19%. Ringgit Malaysia melemah 0,07%. Yen Jepang melemah 0,07%. Dolar Singapura melemah 0,04%. Peso Filipina melemah 0,01%. Yuan Cina juga melemah tipis 0,001%.
Di luar mata uang yang melemah, beberapa mata uang Asia dicatat berhasil menguat terhadap dolar AS. Won Korea misalnya, menguat 0,26%. Dolar Taiwan menguat 0,18%. Baht Thailand menguat 0,12%. Dolar Hong Kong menguat 0,04%. Sekalipun demikian, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia melemah tipis 0,03% menjadi 98,96.*












