Jakarta, CoreNews.id – Indonesia kembali menghadapi tantangan besar terkait curah hujan tinggi yang berkelanjutan, yang kerap memicu banjir di berbagai wilayah. Masalah ini diperparah oleh saluran air tersumbat, maraknya penebangan pohon, serta minimnya area resapan air. Data BNPB mencatat ada 1.420 kejadian banjir sepanjang 2024, di mana 77,44% dari total korban bencana nasional adalah masyarakat terdampak banjir. Kondisi ini menegaskan perlunya inovasi yang mampu mempercepat penyerapan air ke dalam tanah serta mengurangi genangan di kawasan permukiman.
Menjawab tantangan tersebut, SCG, melalui anak perusahaannya PT Kokoh Inti Arebama Tbk., secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Hokkaido Poracon Co., Ltd.. Kerja sama ini difokuskan pada pengembangan dan pemasaran teknologi beton berpori (porous concrete)—solusi infrastruktur yang dinilai efektif dalam mengendalikan aliran air hujan, sekaligus mengurangi risiko banjir di kawasan padat penduduk.
Kedua perusahaan sebelumnya telah bekerja sama dalam program SDGs Business Supporting Survey yang didukung oleh Japan International Cooperation Agency (JICA). Program tersebut memfasilitasi kolaborasi dalam menciptakan area resapan air berbasis beton berpori, mulai dari tahap produksi hingga teknik pemasangan yang sesuai karakteristik wilayah Indonesia.
Komitmen Menghadirkan Infrastruktur Hijau
Dengan pengalaman lebih dari 112 tahun di industri material dan infrastruktur Asia Tenggara, SCG membawa keahlian dalam inovasi konstruksi berkelanjutan. Thichet Srisuryon, Presiden Direktur PT Kokoh Inti Arebama Tbk., menegaskan:
“Kolaborasi ini memperkuat komitmen SCG dalam menghadirkan inovasi berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan. Kami yakin kerja sama ini dapat membantu mengurangi risiko banjir dan mendukung konservasi air tanah di wilayah perkotaan.”
Dari sisi pendampingan internasional, Kenji Niwa, Project Formulation Advisor JICA, menambahkan:
“Melalui kolaborasi bersama SCG, kami percaya bahwa kita dapat menghadirkan solusi nyata untuk mengatasi tantangan iklim, sekaligus mendorong pembangunan infrastruktur yang lebih hijau dan berkelanjutan.”
Dua Fokus Utama Kerja Sama
Melalui MoU ini, SCG dan Hokkaido Poracon sepakat mengembangkan inovasi berfokus pada:
1. Promosi Proyek Sumur Resapan Beton Berpori
Kolaborasi akan memulai instalasi proyek-proyek sumur resapan berbahan beton berpori, termasuk area percontohan di Jakarta.
2. Ekspansi Keahlian & Konsultasi Teknis
Kedua perusahaan akan menyediakan konsultasi teknis terkait pengendalian aliran air hujan, serta memperkuat kemampuan produksi dan pemasangan beton poros melalui proyek percontohan di berbagai kota besar.
SCG juga berkomitmen menyediakan produk bangunan ramah lingkungan yang telah tersertifikasi Green Label dari Green Product Council Indonesia (GPCI). Upaya ini sejalan dengan strategi Inclusive Green Growth, mencakup pengembangan Green Product, High-Value Added Product, dan Smart Value Product untuk pasar Indonesia.
Ke depan, SCG dan Hokkaido Poracon berencana membangun pasar beton poros secara berkelanjutan, serta terbuka menjajaki peluang joint venture bersama JICA.













