Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Pengawasan Keamanan Digital Kini Gunakan Teknologi AI

by Irawan Djoko Nugroho
10 Desember 2025 | 11:49
in Tekno
Menurut Teguh, sistem baru ini mampu mengenali pola sesuai parameter keamanan tanpa mengubah infrastruktur yang ada. Selain itu, teknologi ini juga menjadi lompatan dibanding pengawasan manual yang selama ini mengandalkan operator memantau banyak layar sekaligus.

Ilustrasi: CCTV. Foto dari media sosial

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id — PT Nawakara Perkasa Nusantara mengembangkan AI Analytics yang dapat memproses video di sisi server dan kompatibel dengan kamera berstandar ONVIF, sehingga organisasi tak perlu mengganti perangkat keras. Pengembangan ini untuk menjawab kebutuhan pengawasan yang lebih adaptif dengan mendorong teknologi analitik berbasis kecerdasan buatan menjadi standar baru di berbagai sektor. Sistem CCTV yang sebelumnya hanya merekam kini dituntut mampu mendeteksi risiko secara real-time dan menekan alarm palsu.

Hal ini disampaikan Product Solutions Division Head Nawakara, Teguh Wibowo di Jakarta (10/12/2025). Menurut Teguh, sistem baru ini mampu mengenali pola sesuai parameter keamanan tanpa mengubah infrastruktur yang ada. Selain itu, teknologi ini juga menjadi lompatan dibanding pengawasan manual yang selama ini mengandalkan operator memantau banyak layar sekaligus.

Melalui modul AI disediakan fitur intrusion detection, crowd monitoring, object dan PPE detection, hingga people counting untuk kebutuhan keselamatan kerja. Ketika aktivitas mencurigakan muncul, sistem mengirim notifikasi otomatis lengkap dengan lokasi dan cuplikan kejadian sehingga respons pusat kontrol menjadi lebih cepat dan terukur. Efeknya, alarm palsu berkurang dan deteksi dini meningkat.

Sementara itu, Deputy CEO & Transformation Nawakara, Satria Djaya Najamuddin menambahkan bahwa arah teknologi keamanan kini bergeser dari CCTV reaktif ke sistem prediktif. Integrasi dengan layanan keamanan lain memungkinkan pencegahan dan penanganan insiden dilakukan lebih struktural. Pergeseran ini dinilai relevan dengan meningkatnya kompleksitas operasional di banyak sektor, sekaligus mendorong organisasi menata ulang mekanisme pengawasan berbasis data ketimbang bergantung pada respons manual.*

READ  Google Cloud Hadirkan Program “Indonesia BerdAIa untuk Keamanan Siber”: Terobosan AI untuk Lindungi Aset Digital Nasional
Tags: CCTVPT Nawakara Perkasa NusantaraSatria Djaya NajamuddinTeguh Wibowo
Previous Post

Di Pakistan, Prabowo Jalin Kerjasama di Banyak Sektor

Next Post

Mendagri Larang Kepala Daerah Tinggalkan Wilayah hingga 15 Januari 2026

Next Post
Mendagri Larang Kepala Daerah Tinggalkan Wilayah hingga 15 Januari 2026

Mendagri Larang Kepala Daerah Tinggalkan Wilayah hingga 15 Januari 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

bpr-penataran-transformasi-layanan-top-bumd-awards-2026

Kesuksesan Transformasi BPR Penataran Pukau Juri TOP BUMD Awards 2026

22 Januari 2026 | 15:00
rsud-sambas-transformasi-layanan-kesehatan-top-bumd-awards-2026

RSUD Sambas Paparkan Transformasi Layanan Kesehatan di TOP BUMD Awards 2026

14 Januari 2026 | 22:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00
RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Perkuat Transformasi Digital untuk Tingkatkan Mutu Layanan, RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 07:00

POPULER

total-hadiah-esports-world-cup-2026-capai-75-juta-usd

Gila! Total Hadiah EWC 2026 Capai Rp 1,2 Triliun

22 Januari 2026 | 13:00
Logo X

Twitter Berubah Jadi X di App Store

2 Agustus 2023 | 08:00
Dulux Rilis Colours of The Year 2026, Angkat ‘Rhythm of Blues™’ sebagai Simbol Ketenangan Ruang

Dulux Rilis Colours of The Year 2026, Angkat ‘Rhythm of Blues™’ sebagai Simbol Ketenangan Ruang

26 Januari 2026 | 20:22
Profil Siti Sarah, Istri Pertama Nabi Ibrahim AS

Profil Siti Sarah, Istri Pertama Nabi Ibrahim AS

11 Februari 2025 | 18:19
Viral Susu MBG Hanya 30 Persen Susu, Ini Kata BGN

Viral Susu MBG Hanya 30 Persen Susu, Ini Kata BGN

1 Oktober 2025 | 14:56
Penyelidikan terhadap Zhang disebut berkaitan dengan Gu Jun, mantan manajer China National Nuclear Corporation, lembaga yang mengawasi program nuklir sipil dan militer Cina. Gu dilaporkan menjadi pihak yang menyerahkan bukti terhadap Zhang dan kini turut diselidiki dalam kasus korupsi besar-besaran di industri pertahanan dan nuklir. Kasus ini mencuat di tengah upaya Cina mempercepat perluasan arsenal nuklirnya

Jenderal Senior Cina Dipecat Karena Bocorkan Rahasia Nuklir ke AS

26 Januari 2026 | 14:15
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved