Jakarta, Corenews.id – Total kekayaan lima orang terkaya di Asia Tenggara kini tembus lebih dari US$ 135 miliar atau setara Rp2.100 triliun. Yang bikin kaget, empat di antaranya berasal dari Indonesia!
Berdasarkan perhitungan terbaru dari data Forbes dan pergerakan pasar saham global, para taipan ini menikmati lonjakan kekayaan luar biasa—bahkan ada yang hartanya melonjak nyaris dua kali lipat hanya dalam hitungan bulan.
Siapa saja mereka? Dari raja energi, penguasa batu bara, hingga bos perbankan dan kendaraan listrik, berikut daftarnya.
1. Prajogo Pangestu — Raja Energi yang Hartanya Meledak
Prajogo Pangestu kini dinobatkan sebagai orang terkaya di Asia Tenggara. Pengusaha energi asal Indonesia berusia 81 tahun ini memiliki kekayaan sekitar US$ 38 miliar, hampir dua kali lipat dibandingkan Maret lalu.
Secara global, Prajogo berada di peringkat ke-55 orang terkaya dunia. Lonjakan kekayaannya dipicu kenaikan saham perusahaan-perusahaan di bawah Grup Barito Pacific yang melesat 265% sepanjang tahun lalu, jauh melampaui kenaikan IHSG yang hanya sekitar 21%.
Optimisme pasar muncul seiring ekspansi agresif bisnis petrokimia, panas bumi, dan energi terbarukan. Menariknya, Barito Pacific berawal dari bisnis kayu pada 1979 sebelum menjelma menjadi raksasa energi regional.
2. Pham Nhat Vuong — Dari Mi Instan ke Mobil Listrik
Di posisi kedua ada Pham Nhat Vuong, Ketua Vingroup asal Vietnam, dengan kekayaan sekitar US$ 30,5 miliar—melonjak 370% dibandingkan tahun lalu.
Ia kini bertengger di peringkat ke-71 orang terkaya dunia. Saham Vingroup menguat signifikan seiring harapan pasar terhadap proyek-proyek infrastruktur jumbo, termasuk kereta cepat.
Tak hanya itu, VinFast, unit kendaraan listrik Vingroup, memimpin pasar otomotif Vietnam dengan penjualan sekitar 170.000 unit dan sudah membangun pabrik di Indonesia dan India. Vuong memulai kisah suksesnya dari usaha mi instan di Ukraina pada era 1990-an—sebuah lonjakan kelas sosial yang ekstrem.
3. Low Tuck Kwong — Sultan Batu Bara yang Sedikit Tergelincir
Pengusaha batu bara Indonesia Low Tuck Kwong menempati posisi ketiga dengan kekayaan sekitar US$ 24,5 miliar. Namun, hartanya turun sekitar 18% dalam setahun terakhir.
Penyebabnya tak lain adalah melemahnya harga batu bara global dan kinerja saham Bayan Resources yang turun sekitar 22%. Meski begitu, bisnisnya tetap raksasa.
Low memulai karier dari perusahaan konstruksi sebelum beralih ke tambang batu bara di Kalimantan pada 1990-an. Bayan Resources kini memiliki model bisnis terintegrasi dari tambang hingga logistik, dengan produksi 56,9 juta ton batu bara dan pendapatan sekitar US$ 3,3 miliar pada 2024.
4–5. Duo Hartono — Penguasa Bank dan Rokok Indonesia
Posisi keempat dan kelima ditempati oleh Robert Budi Hartono dan Michael Hartono, duo bersaudara legendaris Indonesia.
- Budi Hartono: Kekayaan sekitar US$ 21,7 miliar, turun 4% akibat pelemahan saham BCA
- Michael Hartono: Menyusul dengan kekayaan sekitar US$ 20,8 miliar
Keduanya mengendalikan kerajaan bisnis super-terdiversifikasi, mulai dari rokok Djarum, perbankan, elektronik, hingga properti. Mereka mewarisi Djarum dalam kondisi hampir kolaps, lalu menyulapnya menjadi salah satu produsen rokok kretek terbesar dunia.
Saat ini, aset terbesar kekayaan keluarga Hartono berasal dari kepemilikan di Bank Central Asia (BCA), salah satu bank paling berpengaruh di Indonesia.
Indonesia Dominasi, Asia Tenggara Berubah
Fakta bahwa empat dari lima orang terkaya Asia Tenggara berasal dari Indonesia menunjukkan betapa kuatnya dominasi konglomerat Tanah Air di kawasan. Namun, munculnya Vietnam lewat VinFast juga menandakan pergeseran kekuatan ekonomi Asia Tenggara ke sektor energi dan teknologi hijau.
Pertanyaannya: siapa yang akan menyusul dan siapa yang bakal tumbang?













