Jakarta, CoreNews.id — Produk susu formula Nestle ditarik di Hong Kong, Malaysia, dan beberapa wilayah di Eropa. Penarikan ini dilakukan pada awal Januari 2026 setelah ditemukannya potensi kontaminasi toksin cereulide yang dihasilkan oleh bakteri Bacillus cereus.
Toksin cereulide dalam susu bayi merupakan ancaman serius karena sifatnya yang sangat tangguh. Toksin tersebut memiliki ketahanan panas yang sangat tinggi. Suhu air hangat yang biasa digunakan untuk menyeduh susu formula, tidak akan mampu melenyapkan racun tersebut. Jika dikonsumsi oleh bayi atau balita yang sistem imunnya belum sempurna, dampak yang timbul bisa berupa muntah akut, diare, hingga kerusakan pada organ vital seperti hati dalam kasus yang lebih berat.
Menanggapi gejolak tersebut, Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), DR dr Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp.Kardio(K), menyatakan jika di Indonesia belum ada laporan serupa dengan di Cina. Sejauh ini, badan POM juga belum memberi warning apa-apa. Hal tersebut disampaikan Piprim dalam seminar media online dengan topik “Mengenal Lebih Jauh Herpes Zooster dan Cacar pada Anak” (13/1/2026).
Piprim kemudian meminta masyarakat untuk tidak langsung menelan informasi mentah-mentah yang dapat memicu ketakutan berlebihan, mengingat perbedaan rantai produksi dan regulasi di setiap negara. Menurut Piprim kembali, kewaspadaan sangat penting, tapi ketenangan jangan diabaikan.*













