Jakarta, CoreNews.id – Nilai tukar rupiah menguat pada pembukaan perdagangan Rabu (14/1/2026). Berdasarkan data Bloomberg pukul 11.00 WIB, rupiah naik 0,09 persen atau 13 poin ke level Rp16.863 per dolar AS, setelah sehari sebelumnya ditutup melemah di Rp16.877 per dolar AS. Analis Pasar Uang Fikri C. Permana menilai penguatan ini masih berpeluang berlanjut.
“Hari ini nilai tukar rupiah kemungkinan berbalik menguat ke posisi Rp16.820 per dolar AS*,” ujarnya.
Meski begitu, tekanan eksternal masih ada seiring indeks dolar AS yang menguat ke 99,22. Inflasi AS Desember 2025 tercatat 2,7 persen, sementara inflasi inti 2,6 persen, sehingga The Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga. Dari dalam negeri, penguatan rupiah ditopang penerbitan global bond senilai USD2,7 miliar dan lelang SBSN Rp5 triliun, serta arus masuk asing di pasar saham yang mencapai Rp9 triliun.













