Jakarta, CoreNews.id – Berdasarkan analisis Kaspersky Digital Footprint Intelligence, dokumen pribadi berharga seperti paspor atau kartu identitas (KTP) ternyata dijual dengan harga rata-rata hanya sekitar $15 di pasar gelap (dark web) pada 2025. Harga murah ini menjadi gambaran betapa maraknya perdagangan data hasil pencurian.
Laporan yang menganalisis tren phishing Januari-September 2025 mengungkap, 88,5% serangan bertujuan mencuri kredensial akun online. Data pribadi seperti nama dan alamat jadi target 9,5% serangan.
Data yang berhasil dicuri kemudian dikumpulkan, diverifikasi, dan dijual di dark web. Harga bervariasi, mulai dari $0,90 untuk akses portal internet hingga $350 untuk akses perbankan online.
“Akses akun, bukan sekadar satu data, yang menciptakan nilai jangka panjang bagi penyerang,” jelas Olga Altukhova, Senior Web Content Analyst di Kaspersky. Data curian ini bisa dikombinasikan untuk membuat profil digital lengkap seseorang, yang berpotensi digunakan untuk serangan lebih lanjut.
Lindungi Diri dari Ancaman Phishing:
- Jangan klik tautan mencurigakan di email/pesan.
- Periksa ulang URL situs web sebelum memasukkan data.
- Gunakan kata sandi unik untuk tiap akun dan aktifkan verifikasi dua langkah (2FA).
- Pasang solusi keamanan komprehensif seperti Kaspersky Premium.
- Rutin pantau riwayat login dan lapor aktivitas mencurigakan.
Jangan biarkan identitas Anda diperjualbelikan dengan harga murah. Tingkatkan kewaspadaan dan lindungi data pribadi Anda mulai sekarang.












