Jakarta, CoreNews.id – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan komitmen investasi Inggris di Indonesia senilai Rp90 triliun akan difokuskan pada sektor maritim. Kesepakatan tersebut diperoleh dalam kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Inggris.
Presiden Prabowo bertemu Perdana Menteri Inggris Keir Starmer pada Rabu, 21 Januari 2026. Pertemuan itu menjadi tonggak penting penguatan kerja sama bilateral, khususnya pengembangan sektor maritim nasional.
Prasetyo menjelaskan, investasi tersebut akan direalisasikan melalui pembangunan kapal tangkap ikan. Dengan nilai investasi Rp90 triliun, diperkirakan dapat diproduksi sekitar 1.500 unit kapal.
“Salah satunya adalah kerja sama di bidang maritim, yaitu pembuatan kapal-kapal tangkap ikan, jumlahnya kurang lebih 1.500 kapal. Ini kerja sama yang betul-betul sangat strategis,” kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 22 Januari 2026.
Ia menilai kerja sama ini krusial mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Optimalisasi sektor kelautan diyakini mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Tiga perempat wilayah negara kita adalah lautan. Kita ingin meningkatkan potensi laut, termasuk produksi protein berbasis ikan yang selama ini masih rendah,” ujarnya.












