Jakarta, CoreNews.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,46% ke level 8.951,01 pada Jumat (23/1/2026), melanjutkan tekanan sepekan terakhir. Pelemahan ini didorong oleh sentimen negatif di mayoritas sektor.
Sektor transportasi menjadi penyumbang penurunan terdalam dengan anjlok 2,29%, diikuti oleh sektor barang konsumer nonprimer yang merosot 2,25%. Hanya dua sektor yang bertahan hijau, yaitu kesehatan (+0,64%) dan infrastruktur (+0,17%).
Aksi Beli Jumbo di Tengah Badai
Yang mengejutkan, di balik pelemahan indeks, investor asing justru melakukan aksi net buy atau pembelian bersih senilai Rp 759 miliar di seluruh pasar. Aksi ini menunjukkan adanya kepercayaan terhadap prospek jangka panjang sejumlah saham.
Deretan Saham Incaran Asing
Dana segar asing banyak dialirkan ke saham-saham emiten besar dan sumber daya alam. Berikut 10 saham dengan pembelian asing terbesar:
- Barito Pacific (BRPT): Rp 128,07 M
- Bank BRI (BBRI): Rp 125,1 M
- Darma Henwa (DEWA): Rp 98,3 M
- Rukun Raharja (RAJA): Rp 76,76 M
- Adaro Andalan Indonesia (AADI): Rp 71,52 M
- Astra International (ASII): Rp 71,43 M
- Alamtri Minerals (ADMR): Rp 70,04 M
- Barito Renewables (BREN): Rp 45,65 M
- Raharja Energi Cepu (RATU): Rp 43,02 M
- Trimegah Bangun Persada (NCKL): Rp 40,1 M
Aksi beli besar-besaran oleh asing ini menjadi sinyal penting bagi investor ritel untuk mencermati pergerakan saham-saham tersebut, meski pasar secara umum masih dilanda tekanan.













