Jakarta, CoreNews.id – Pemerintah menargetkan penyerapan tenaga kerja dalam jumlah besar melalui investasi sektor maritim, termasuk pembangunan lebih dari 1.500 kapal nelayan di dalam negeri. Proyek tersebut dinilai berpotensi membuka lapangan kerja luas karena sektor maritim bersifat padat karya.
Tim Pakar Badan Komunikasi Pemerintah, Fithra Faisal Hastiadi, menyebut sektor perikanan dan kelautan memiliki daya serap tenaga kerja yang lebih tinggi dibanding sektor lain. Menurutnya, arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto menekankan pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya tinggi, tetapi juga merata.
“Kalau kita bicara sektor pelayaran, nelayan, itu adalah sektor yang sebenarnya lebih padat karya dibanding sektor-sektor lain, misalnya sektor energi,” ujar Fithra dalam dialog Pro3 RRI, Senin, 26 Januari 2026.
Selain mendorong sektor maritim, pemerintah juga mengarahkan pembangunan industri pada penciptaan nilai tambah melalui kerja sama teknologi global. Namun, Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti menegaskan kesiapan sumber daya manusia menjadi kunci keberhasilan investasi.













