Jakarta, CoreNews.id – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai kinerja manufaktur nasional menguat secara struktural sepanjang 2025. Penguatan tersebut tercermin dari capaian Manufacturing Value Added (MVA) Indonesia yang menempatkan posisi nasional dalam jajaran negara dengan nilai tambah manufaktur tertinggi dunia.
Agus menyampaikan MVA Indonesia pada 2024 mencapai USD265,07 miliar, jauh melampaui rata-rata global sebesar USD78,73 miliar. Capaian ini menempatkan Indonesia di peringkat ke-13 dunia dan kelima di Asia, berada di bawah Tiongkok, Jepang, India, dan Korea Selatan.
“Untuk kawasan ASEAN, Indonesia menempati posisi pertama MVA,” kata Agus dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 26 Januari 2026. Ia menambahkan, penguatan nilai tambah sejalan dengan kinerja ekspor industri pengolahan nonmigas yang mencapai USD205,93 miliar sepanjang Januari–November 2025 atau setara 80,27 persen dari total ekspor nasional. Neraca perdagangan sektor tersebut juga mencatat surplus USD35,95 miliar.













