Jakarta, CoreNews.id – Harga emas dunia kembali mencetak rekor baru dengan menembus level USD5.091 per troy ons. Namun, harga logam mulia produksi PT Antam pada Selasa (27/1/2026) justru mengalami penurunan sebesar Rp1.000 menjadi Rp2.916.000 per gram.
Analis Pasar Uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, lonjakan harga emas global telah sesuai dengan proyeksi para analis seiring meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik dunia. Ia memperkirakan tren penguatan emas masih akan berlanjut hingga akhir Februari.
“Harga emas dunia bisa bertahan di atas USD5.000 per troy ons. Harga logam mulia Antam berpeluang menembus Rp3 juta per gram,” ujar Ibrahim dalam analisis pekanan.
Menurutnya, sejumlah faktor mendorong kenaikan harga emas, mulai dari tensi geopolitik, potensi perang dagang, dinamika politik Amerika Serikat, hingga ketidakseimbangan pasokan dan permintaan emas global.
Dari sisi geopolitik, meningkatnya ketegangan Amerika Serikat dengan Iran turut memperkuat sentimen safe haven. Selain itu, bank-bank sentral dunia mulai agresif menambah cadangan emas sebagai instrumen lindung nilai.
“Bank sentral Tiongkok, Rusia, Eropa, Inggris hingga India terus menambah cadangan emasnya,” kata Ibrahim.













