Jakarta, CoreNews.id – Muslim Pro meluncurkan inisiatif Ramadan bertajuk Ramadan Re:Charge dalam sebuah media briefing di Jakarta, Selasa (4/2/2026). Program ini dirancang untuk mendorong keterlibatan ibadah yang berkelanjutan melalui perpaduan teknologi, konten reflektif, fitur komunitas, serta aktivasi offline sepanjang bulan suci.
Dengan lebih dari 180 juta unduhan global, Indonesia menjadi salah satu pasar kunci bagi Muslim Pro. Tercatat sekitar 3,6 juta pengguna aktif bulanan berasal dari Tanah Air. Tak hanya dari sisi jumlah, tingkat partisipasi pengguna Indonesia juga dinilai tinggi—mulai dari kontribusi konten hingga interaksi di ruang komunitas digital.
Chief Executive Officer Muslim Pro, Nafees Khundker, menyebut Indonesia sebagai komunitas yang aktif dan berpengaruh. “Ramadan Re:Charge mencerminkan cara kami memandang pertumbuhan—mendukung keterlibatan jangka panjang melalui pembangunan kepercayaan, relevansi, dan kesinambungan,” ujarnya.
Inisiatif ini berpijak pada lima pilar utama: Re:Center, Re:Commit, Re:Connect, Re:Share, dan Re:Focus. Kelimanya dirancang untuk merefleksikan dinamika kebutuhan spiritual umat Muslim dari hari ke hari selama Ramadan. Alih-alih mendorong intensitas berlebihan, Ramadan Re:Charge mengajak pengguna menjaga konsistensi ibadah secara personal dan empatik.
Secara produk, fitur Al-Qur’an tetap menjadi yang paling banyak diakses selama Ramadan. Tahun ini, Muslim Pro menghadirkan peningkatan pengalaman membaca melalui target bacaan personal, pelacakan progres, fitur pendukung hafalan, serta AiDeen—chatbot berbasis kecerdasan buatan yang membantu memahami konteks ayat.
Public Relations Manager Muslim Pro, Siti Zahidah, menegaskan fokus perusahaan pada kesinambungan. “Kami merancang fitur yang mencerminkan bagaimana orang berinteraksi dengan iman dalam kehidupan nyata, di berbagai momen dan tingkat intensitas,” katanya.
Di sisi konten, platform Qalbox menghadirkan program keimanan, termasuk serial mikro Islami “Rise of Mercy” produksi Indonesia. Interaksi komunitas diperkuat melalui Ummah, di mana pengguna dapat berbagi refleksi hingga mengikuti kompetisi foto Ramadan global dengan hadiah Badal Umrah bagi 10 peserta terpilih.
Tak hanya digital, Muslim Pro juga menggelar Roving Takjil di Jakarta pada 28 Februari mendatang. Kegiatan ini menghadirkan food truck yang membagikan makanan berbuka puasa di sepanjang rute antar masjid dan berakhir di Masjid Istiqlal.
Melalui Ramadan Re:Charge, Muslim Pro menegaskan strategi membangun kebiasaan positif yang berkelanjutan, bukan sekadar lonjakan penggunaan musiman. Inisiatif ini diharapkan memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu komunitas Muslim Pro dengan tingkat keterlibatan tertinggi di dunia.













