Jakarta, CoreNews.id – Prabowo Subianto menerima undangan untuk menghadiri pertemuan Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) yang direncanakan berlangsung pada 19 Februari 2026 di Washington, D.C.. Namun, keputusan kehadiran masih dalam pertimbangan.
“Sebagaimana yang disampaikan Pak Mensesneg, kita menerima undangan tersebut. Tapi Bapak Presiden masih belum memutuskan,” ujar Juru Bicara II Kemlu RI, Nabyl Mulachela, kepada media di Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026.
Nabyl menjelaskan Indonesia juga mempersiapkan kemungkinan kontribusi pasukan di bawah BoP. Meski demikian, detail termasuk jumlah personel belum bersifat final karena memerlukan koordinasi lintas kementerian dan dengan mitra luar negeri.
Menurutnya, keterlibatan Indonesia akan berfokus pada misi kemanusiaan. “Sudah dijelaskan bahwa lebih fokus pada humanitarian dan tidak untuk terlibat dalam perlucutan senjata,” katanya.
Terkait iuran, Nabyl menegaskan tidak ada kewajiban pembayaran. Kendati begitu, presiden memutuskan Indonesia tetap berkontribusi, sementara mekanisme dan besarannya masih dibahas.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menambahkan, keikutsertaan Indonesia antara lain didorong harapan tercapainya pengakuan kemerdekaan Palestina dan membantu masyarakat di Gaza. Inisiatif BoP sendiri digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
“Kita berharap akan mengurangi eskalasi konflik di Gaza sehingga saudara-saudara kita berkurang penderitaannya,” ujarnya.













