Di tengah derasnya arus layanan keuangan digital, generasi muda Indonesia menghadapi tantangan baru: akses semakin mudah, tetapi pemahaman belum sepenuhnya matang. Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 oleh OJK dan BPS menunjukkan indeks inklusi keuangan telah mencapai 80,51%, sementara literasi masih 66,46%. Kesenjangan ini juga tampak pada kelompok usia 18–35 tahun yang memiliki tingkat inklusi tinggi, namun literasi belum sepenuhnya seimbang.
Melihat kondisi tersebut, Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), Easycash, dan International Association of Registered Financial Consultants Indonesia (IARFC Indonesia) meluncurkan MOJANG (Modul Bijak Keuangan). Modul ini dirancang khusus untuk Gen Z dan Milenial sebagai panduan praktis dalam mengelola arus kas, utang, hingga memahami reputasi kredit.
Kepala Divisi Perencanaan, Pengembangan, Evaluasi Literasi dan Edukasi Keuangan OJK, Naomi Triyuliyani, menyebut peluncuran MOJANG sebagai langkah kolaboratif untuk memperluas diseminasi literasi keuangan. Menurutnya, peningkatan literasi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar kesadaran dan keterampilan finansial generasi muda terus bertumbuh.
Sekretaris Jenderal AFTECH, Firlie Ganinduto, menilai laju adopsi layanan keuangan digital di kalangan anak muda berjalan sangat cepat. Karena itu, literasi harus bergerak seiring inovasi agar akses tidak berujung pada risiko. “Inovasi fintech harus berjalan beriringan dengan literasi dan perlindungan konsumen,” ujarnya.
Direktur Utama Easycash, Nucky Poedjiardjo, menambahkan MOJANG dikemas dengan pendekatan ringan dan kontekstual. Materinya mencakup pengelolaan arus kas, manajemen utang, hingga kemampuan membedakan platform berizin dan pinjaman ilegal. Program ini juga mendorong semangat #MulaiDariMOJANG agar generasi muda memahami risiko sebelum memanfaatkan layanan keuangan secara aktif.
Sementara itu, President & Chairman IARFC Indonesia, Aidil Akbar Madjid, menekankan pentingnya reputasi kredit sebagai aset jangka panjang. Menurutnya, rekam jejak pembayaran dan disiplin finansial menentukan akses terhadap berbagai layanan keuangan di masa depan.
Melalui MOJANG, kolaborasi ini diharapkan mampu menutup kesenjangan literasi dan inklusi, sekaligus membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat dan berkelanjutan bagi generasi muda Indonesia.













