Jakarta, CoreNews.id – Angka obesitas di Indonesia kini mencapai level yang mengkhawatirkan. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia 2023, prevalensi obesitas pada populasi dewasa mencapai 23,4 persen. Artinya, hampir satu dari empat orang dewasa di tanah air hidup dengan kondisi obesitas.
Yang lebih memprihatinkan, obesitas banyak menyerang kelompok usia produktif. Gaya hidup modern menjadi biang kerok utama. Pola kerja yang banyak duduk, minim olahraga, ditambah konsumsi makanan tinggi kalori membuat risiko obesitas semakin mengintai.
“Pada usia produktif, seseorang sudah memiliki penghasilan dan akses makanan lebih luas, tetapi aktivitas fisik justru menurun,” jelas Dr. dr. Luciana B. Sutanto, Spesialis Gizi Klinik dari Primaya Hospital Kelapa Gading, 27/2/2026.
Bahaya Tersembunyi di Balik Obesitas
Obesitas tidak bisa dinilai hanya dari penampilan fisik. Seseorang yang terlihat biasa saja bisa saja memiliki lemak perut berlebih yang berisiko memicu gangguan metabolik. Kondisi ini meningkatkan risiko diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan stroke.
Sayangnya, banyak orang baru sadar ketika keluhan kesehatan sudah muncul. Padahal, skrining metabolik sebaiknya dilakukan sejak usia 20-an secara rutin.
“Penurunan berat badan yang aman memerlukan pendampingan dokter. Diet instan justru berisiko memperburuk metabolisme,” tegas dr. Luciana.
Mulailah perubahan kecil dari sekarang. Jaga pola makan, perbanyak aktivitas fisik, dan lakukan skrining kesehatan secara berkala. Kualitas hidup di masa depan ditentukan oleh pilihan hari ini!













