Jakarta, CoreNews.id — Cinema XXI membukukan pendapatan sebesar Rp 5,9 triliun sepanjang tahun 2025. Capaian kinerja ini ditopang dari penjualan tiket sebesar Rp 3,6 triliun, penjualan makanan dan minuman sebesar Rp 2 triliun, dan pendapatan lainnya sebesar Rp 298 miliar yang berasal dari iklan, platform digital, dan penyelenggaraan acara.
Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Nusantara Sejahtera Raya, Suryo Suherman dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), (6/3/2026). Menurut Suryo, Cinema XXI juga mencatat 85 juta penonton sepanjang tahun 2025 dengan pertumbuhan Average Ticket Price (ATP) sebesar 3,0% menjadi Rp 46.057, yang didorong oleh peningkatan okupansi di studio premium, yaitu The Premiere dan IMAX®. Tim internal Cinema XXI juga berhasil mengembangkan total lebih dari 30 menu baru di XXI Café dan The Premiere Café dengan tetap memperhatikan tren dan preferensi pasar.
Cinema XXI atau PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) mencatat, rata-rata belanja makanan dan minuman per penonton (spend per head) pada 2025 tercatat meningkat 5,9% menjadi Rp25.814. Sementara itu dari sisi ekspansi jaringan, Cinema XXI meresmikan 12 bioskop baru dan menambah 43 layar, seperti misalnya di Indramayu, Pematangsiantar, Magelang, Tuban, dan Kota Metro (Lampung). Hingga 31 Desember 2025, Cinema XXI telah mengoperasikan 1.388 layar di 267 bioskop yang tersebar di 56 kota dan 30 kabupaten di seluruh Indonesia.*













