Jakarta, CoreNews.id — Empat prajurit TNI menjadi korban serangan Israel. Satu orang meninggal dunia, satu dalam kondisi luka berat, dua luka ringan, dan saat ini telah mendapatkan penanganan medis. Serangan militer Zionis Israel tersebut, terjadi di Markas Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) dari Indonesia, (29/3/2026).
Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemenhan Brigjen Rico Ricardo Sirait, di Jakarta, (30/3/2026). Menurut Rico, Pasukan Perdamaian TNI di Lebanon telah menjadi korban di tengah pertempuran yang terjadi Lebanon Selatan. Untuk informasi lebih lanjut dan perkembangan operasional lanjutan akan disampaikan oleh Mabes TNI.
Sebagai informasi, Kantor Berita Nasional Lebanon melaporkan bahwa penembakan yang dilakukan Israel menghantam markas yang digunakan oleh kontingen Indonesia dari Pasukan Unifil di Kota Adshit al-Qusayr. Daerah tersebut terletak dekat dengan zona perbatasan yang rawan konflik antara Lebanon dan Israel. Dicatat, baku tembak antara Lebanon dan Israel telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir.*













