Jakarta, CoreNews.id – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya mengungkap motif di balik kasus pembunuhan sadis yang jasad korbannya disembunyikan di dalam freezer di wilayah Bekasi, Jawa Barat.
Korban diketahui dibunuh karena menolak ajakan pelaku untuk melakukan tindak kejahatan.
Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin mengatakan, korban dan pelaku merupakan rekan kerja di tempat yang sama. Namun, ajakan pelaku untuk melakukan aksi kriminal ditolak korban.
“Yang korban diajak untuk melakukan kejahatan, tapi menolak, sehingga dua orang pelaku membunuh korban tersebut,” ujar Iman usai rapat dengan Komisi III DPR di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa, 31/3/2026.
Rencana Pencurian Gagal, Berujung Pembunuhan
Iman menjelaskan, dua tersangka berinisial DS alias A dan S awalnya berencana menguasai harta milik majikan mereka.
Target awal mereka adalah mobil. Namun, karena sistem keamanan yang ketat, rencana tersebut dialihkan ke kendaraan roda dua.
“Awalnya yang mau diambil mobil, tapi karena pengamanan cukup ketat, bergeser ke motor,” kata Iman.
Meski rencana berubah, korban tetap menolak terlibat. Penolakan itu diduga memicu pelaku menghabisi nyawa korban.
Jasad Dimutilasi dan Disembunyikan dalam Freezer
Kasus ini terungkap setelah warga Perumahan Mega Regency, Serang Baru, Kabupaten Bekasi, digegerkan dengan penemuan mayat di dalam freezer di sebuah kios ayam geprek, Sabtu (28/3).
Korban yang dikenal dengan nama panggilan Pak Bedul ditemukan dalam kondisi mengenaskan, tanpa tangan dan kaki.
Polisi kemudian menangkap dua pelaku pada Minggu (29/3) di wilayah Kabupaten Majalengka.
Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Abdul Rahim membenarkan penangkapan tersebut.
“Dua orang pelaku, inisial DS alias A dan S,” ujarnya.
Polisi Dalami Peran Pelaku
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyebutkan, penyidik masih mendalami peran masing-masing pelaku, termasuk dugaan upaya menghilangkan jejak.
“Penyidik menelusuri rangkaian tindak pidana hingga dugaan upaya menghilangkan jejak setelah kejadian,” kata Budi.
Ia menegaskan, penanganan kasus ini dilakukan dengan pendekatan scientific crime investigation agar pengungkapan berjalan objektif dan berbasis alat bukti.
Sosok Korban Dikenal Baik oleh Warga
Di mata warga sekitar, korban dikenal sebagai pribadi ramah dan mudah bergaul.
“Orangnya baik, sering mengobrol sama warga dan pedagang lain di sini,” ujar Ali, pedagang di sekitar lokasi.
Penemuan jasad korban pun meninggalkan duka mendalam bagi warga dan rekan kerja.













