Jakarta, CoreNews.id – Penutupan Selat Hormuz akibat konflik Iran memicu dampak global, termasuk lonjakan harga minyak dan gejolak pasar saham. Sekitar 20 persen pasokan minyak dunia biasanya melewati jalur ini, sehingga gangguan distribusi langsung menekan sektor energi global.
Dilansir BBC News, Rabu (1/4/2026), Asia menjadi kawasan paling terdampak karena sekitar 90 persen pasokan energi dari jalur tersebut mengalir ke wilayah ini. Sejumlah negara mulai menerapkan kebijakan penghematan energi, seperti kerja dari rumah hingga pembatasan aktivitas industri.
Filipina menetapkan darurat energi nasional, sementara Tiongkok menahan kenaikan harga bahan bakar meski harga global melonjak sekitar 20 persen. Di India, krisis energi menghentikan operasional industri dan berdampak pada ratusan ribu pekerja.
Negara lain seperti Thailand, Sri Lanka, dan Myanmar juga menerapkan pembatasan penggunaan energi. Warga menghadapi antrean bahan bakar hingga penurunan pendapatan di berbagai sektor.
Kondisi ini memicu kekhawatiran ekonomi di Asia, meski konflik terjadi jauh dari kawasan tersebut.













