Jakarta, CoreNews.id – Harga energi yang masih fluktuatif kerap bikin kantong jebol, apalagi buat kamu yang mobilitasnya tinggi. Tapi tenang, jagoan rally Tanah Air, Rifat Sungkar, punya solusi jitu.
Pembalap yang sudah 8 kali juara nasional ini membongkar habis-habisan tips berkendara hemat BBM yang selama ini cuma dipakai kalangan pembalap. Ternyata, kunci iritnya bukan cuma di mesin, tapi lebih ke gaya berkendara sehari-hari yang sering kita anggap sepele.
Dalam siaran pers, (3/4/2026), suami dari aktris Sissy Priscillia itu menegaskan bahwa efisiensi bahan bakar bisa dikejar tanpa perlu mengganti mobil baru.
“Paling menentukan adalah putaran mesin. Kalau mesin dalam kondisi capek, konsumsi bensin pasti berbeda,” ujar Rifat tegas.
Lantas, apa saja jurus rahasianya? Simak selengkapnya:
1. Mesin Sehat = Irit Otomatis
Jangan pernah remehkan perawatan rutin. Rifat mengingatkan bahwa mesin yang tidak optimal bakal menghisap bensin lebih banyak. Gunakan pelumas tepat, rutin servis injektor, pastikan fuel filter bersih, dan jaga sistem pengapian. “Mobil modern tetap butuh perawatan,” tegasnya.
2. Stop Jadi “Racer” Agresif di Jalan Raya
Ngebut, ngerem mendadak, lalu gas pol lagi? Itulah pemborosan nomor satu. Rifat menyebut gaya stop-and-go cuma cocok di sirkuit, bukan di jalan raya. “Kalau nyetirnya nempel mobil depan, rem-gas terus, itu pasti boros,” jelasnya.
Solusinya? Berkendara dengan gaya flowing (mengalir) dan jaga jarak aman. Dijamin BBM lebih awet.
3. Jaga RPM Rendah, Jangan Gaspol!
Prinsip sederhana namun jarang dilakukan: kecepatan setinggi mungkin di RPM serendah mungkin. Menurut Rifat, semakin tinggi tenaga yang dipaksa, semakin banyak bensin yang terbuang. Untuk mobil matic, ia menyarankan memanfaatkan mode eco jika tersedia.
4. Pemain Manual? Pilih Gigi Tepat
Punya mobil kopling? Jangan kebiasaan menahan gigi rendah dengan RPM tinggi. “Kalau mau efisien, jangan pertahankan gigi rendah di RPM tinggi. Harus ada penyesuaian,” pesan Rifat. Gunakan gigi setinggi mungkin pada putaran mesin yang rendah.
5. Ubah Mindset! Irit Butuh Pengorbanan
Inilah poin paling krusial. Rifat menyebut hemat BBM adalah perubahan pola pikir. Efisiensi artinya rela mengorbankan sedikit akselerasi demi jarak tempuh yang lebih panjang. Kombinasi perawatan mesin plus gaya halus akan membuat satu tangki penuh terasa lebih lama.
Sebagai gambaran, Rifat menambahkan bahwa tangki motor (3-7 liter) cukup untuk sehari-hari dengan konsumsi 0,5-1 liter per 20-30 km. Sementara mobil (35-60 liter) cukup 3-5 liter per hari untuk 30-50 km. Artinya, tidak perlu bolak-balik isi bensin jika kita sudah menerapkan kelima tips di atas.
“Ini semua bisa kita lakukan,” pungkas Rifat.
Jadi, siap ubah gaya berkendara mulai besok pagi?













