Jakarta, CoreNews.id – Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menetapkan Budi Herawan sebagai Ketua Umum untuk periode 2026–2030 dalam Kongres VIII AAUI yang digelar di Jakarta, Kamis (2/4/2026).
Penetapan tersebut dilakukan melalui rangkaian sidang paripurna yang mencakup pengesahan agenda dan tata tertib, laporan pertanggungjawaban pengurus periode 2023–2026, hingga perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
Selain itu, kongres juga menetapkan program kerja strategis AAUI untuk periode mendatang.
Dalam kepemimpinannya, Budi menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi prioritas utama dalam menghadapi tantangan industri asuransi ke depan.
“Transformasi dan reformasi SDM harus menjadi prioritas utama. Karena kekuatan industri ini ada di SDM,” ujar Budi.
Ia menjelaskan, penguatan SDM akan dilakukan melalui pengembangan sertifikasi profesi, standardisasi kompetensi, serta program capacity building agar pelaku industri mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Dorong Transformasi Digital dan AI
Selain SDM, AAUI juga akan mempercepat adopsi teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan industri asuransi.
Menurut Budi, pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), menjadi kebutuhan mendesak yang harus segera direspons.
“Teknologi, termasuk AI, menjadi pekerjaan rumah yang harus kami jawab melalui pengembangan platform yang bisa dimanfaatkan industri,” jelasnya.
AAUI berencana membangun platform terintegrasi yang mencakup layanan klaim digital, underwriting, serta analisis data berbasis teknologi.
Perkuat Kolaborasi dengan Regulator
Di sisi kebijakan, AAUI akan memperkuat kerja sama dengan regulator untuk menghasilkan regulasi yang adaptif terhadap dinamika pasar.
Upaya tersebut dilakukan melalui forum diskusi antara industri dan regulator, termasuk dukungan terhadap implementasi program penjaminan polis yang direncanakan berjalan dalam beberapa tahun ke depan.
Selain itu, AAUI juga mendorong penguatan riset dan pemanfaatan data industri melalui kolaborasi dengan PT Pusat Data Industri Asuransi (PINDO).
Langkah ini diharapkan mampu menghasilkan analisis risiko yang lebih akurat serta mendukung pengembangan bisnis asuransi.
Tingkatkan Literasi dan Inklusi Asuransi
Tak hanya fokus pada industri, AAUI juga akan meningkatkan edukasi dan literasi masyarakat untuk memperluas pemahaman terhadap produk asuransi.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan inklusi serta kepercayaan publik terhadap industri asuransi di Indonesia.
Budi juga menekankan pentingnya adaptasi terhadap dinamika global yang tidak menentu.
“Kami harus melihat peluang-peluang baru di tengah situasi geopolitik yang tidak pasti. Kalau tidak, industri bisa stagnan,” katanya.
Melalui berbagai program tersebut, AAUI menargetkan penguatan peran kelembagaan sekaligus memperluas kolaborasi internasional guna mendorong transformasi industri asuransi nasional.













