Jakarta, CoreNews.id – PT Mitsubishi Electric Indonesia (MEIN) tak cuma serius menjual produk. Perusahaan raksasa asal Jepang ini kini gencar membenahi sumber daya manusia (SDM) industri Tanah Air lewat kolaborasi dengan kampus. Teranyar, MEIN menggandeng Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk menggelar kuliah umum soal teknologi Smart Factory dan Industri 4.0.
Kegiatan yang berlangsung 10-11 Maret lalu di Teaching Industry Learning Center (TILC) Sekolah Vokasi UGM itu dihadiri mahasiswa vokasi dan teknik. Mereka digembleng agar tak gagap menghadapi era otomasi, AI, hingga Internet of Things (IoT).
Ivan Chandra, Head of Division Factory Automation & Industrial Division PT Mitsubishi Electric Indonesia, bilang transformasi industri digital butuh talenta yang bukan cuma paham teori, tapi juga bisa aplikasikan teknologi secara nyata.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin berbagi wawasan perkembangan otomasi dan smart manufacturing. Sekaligus memberi gambaran bagaimana teknologi seperti IoT, AI, dan digitalisasi bisa dorong produktivitas serta efisiensi di sektor industri,” ujar Ivan dalam siaran pers, Rabu (8/4/2026).
Kuliah umum bertajuk “Bridging Education and Industry: Exploring Smart Manufacturing 4.0 with Mitsubishi Electric” ini membeber evolusi industri hingga penerapan teknologi digital di proses produksi modern. Menurut Ivan, penguatan SDM industri adalah kunci naikkan daya saing manufaktur nasional di level global.
“Kolaborasi industri dan pendidikan jadi langkah strategis untuk bekali generasi muda dengan pemahaman teknologi manufaktur terkini,” tegasnya.
Tak berhenti di UGM, Mitsubishi Electric juga sudah menjalin kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Tarumanagara (UNTAR). Ke depan, MEIN berkomitmen memperluas kemitraan dengan berbagai institusi pendidikan demi menyiapkan talenta muda yang siap menghadapi tantangan manufaktur modern.













