Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Cara Mengetahui Esai Buatan AI, Tanpa Aplikasi Canggih

by Irawan Djoko Nugroho
17 Mei 2025 | 20:01
in Tekno
Studi ini juga mengungkapkan bahwa ChatGPT gagal menggunakan daya tarik pada penalaran logis (appeals to logical reasoning) dalam esainya, menunjukkan bahwa AI mungkin lebih baik dalam mereproduksi informasi faktual daripada mengembangkan ide atau konsep yang kompleks. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang mengindikasikan bahwa model AI kesulitan dengan keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher-order thinking skills).

Ilustrasi: ChatGPT. Foto dari media sosial

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id — Sebuah studi internasional terbaru yang dipimpin oleh Ken Hyland dari University of East Anglia mengungkapkan bahwa AI masih jauh tertinggal dalam meniru kualitas fundamental manusia dalam menulis, yaitu kemampuan secara “murni” untuk terhubung dengan pembaca. Sekalipun diakui, AI mampu menghasilkan teks yang secara gramatikal benar dan terstruktur rapi.

Pada studi yang dipublikasikan dalam jurnal Written Communication ini, ditemukan bahwa esai yang ditulis oleh manusia menggunakan lebih dari tiga kali lipat teknik keterlibatan pembaca dibandingkan dengan esai yang dihasilkan oleh ChatGPT. Kala menganalisis ratusan esai dengan membandingkan 145 esai argumentatif yang ditulis oleh mahasiswa universitas di Inggris dengan 145 esai serupa yang dihasilkan oleh ChatGPT tentang topik yang sama, dengan fokus utama penelitian pada “penanda keterlibatan” (engagement markers), yaitu perangkat retoris yang digunakan penulis untuk terhubung dengan pembaca, dihasilkan keterangan sebagai berikut.

Pertama, adanya perbedaan yang mencolok dalam penggunaan penanda keterlibatan antara esai manusia dan esai yang dihasilkan AI. Mahasiswa secara signifikan lebih sering menggunakan pertanyaan, sapaan pribadi (personal asides), dan penyebutan pembaca (reader mentions) untuk menciptakan rasa eksplorasi bersama dengan audiens mereka. Elemen-elemen ini membangun hubungan percakapan dengan pembaca yang secara konsisten tidak ditemukan dalam teks yang dihasilkan oleh AI.

Kedua, ChatGPT hanya mampu menghasilkan tulisan yang secara teknis kompeten. AI jugai kesulitan dalam mereplikasi elemen-elemen persuasif yang bersifat manusiawi. Model AI sangat bergantung pada pernyataan faktual dan daya tarik pada pengetahuan bersama (appeals to shared knowledge) tetapi jarang menggunakan sentuhan pribadi yang membuat argumen akademik menjadi menarik dan meyakinkan.

Hyland, seorang profesor dengan lebih dari 300 artikel yang dipublikasikan dan 97.000 kutipan, dikutip dari laman Study Finds, menjelaskan bahwa penulis manusia secara sadar membangun model mental pembaca mereka dan menyesuaikan tulisan mereka sesuai dengan pemahaman tersebut. ChatGPT, meskipun memiliki kemampuan yang mengesankan, tidak dapat benar-benar memahami audiensnya atau mengantisipasi keberatan pembaca tanpa perintah spesifik.

READ  ChatGPT Terancam Diblokir di Indonesia, Ini Sebabnya

“Esai AI meniru konvensi penulisan akademik, tetapi mereka tidak mampu menyuntikkan teks dengan sentuhan pribadi atau menunjukkan pendirian yang jelas,” kata Hyland.

Terakhir, studi ini juga mengungkapkan bahwa ChatGPT gagal menggunakan daya tarik pada penalaran logis (appeals to logical reasoning) dalam esainya, menunjukkan bahwa AI mungkin lebih baik dalam mereproduksi informasi faktual daripada mengembangkan ide atau konsep yang kompleks. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang mengindikasikan bahwa model AI kesulitan dengan keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher-order thinking skills).*

Tags: ChatGPTKen HylandUniversity of East Anglia
Previous Post

Mulai Beroperasi: Cek Rute Bus Transjakarta di Kota Depok

Next Post

Sebanyak 117 WNI Ketahuan akan Berhaji Gunakan Visa Kerja

Next Post
Namun demikian, Marwan meminta pemerintah untuk berhati-hati dalam memisahkan hal itu karena haji dan umrah masih berada pada lingkup keagamaan, di mana ada Kementerian Agama. Jangan sampai nantinya ada tumpang tindih dalam pelaksanaannya.

Sebanyak 117 WNI Ketahuan akan Berhaji Gunakan Visa Kerja

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

phe-raih-empat-penghargaan-top-grc-awards-2026

PHE Sabet Empat Penghargaan TOP GRC Awards 2026

10 September 2026 | 09:00
108-perusahaan-raih-top-grc-awards-2026

108 Perusahaan Raih Penghargaan TOP GRC Awards 2026

9 September 2026 | 19:00
pelatihan-itsm-msi-institute-juli-2026

MSI Institute Gelar Pelatihan IT Service Management, Bekali Profesional Kuasai Tata Kelola Layanan TI Berbasis ITSM

3 Juli 2026 | 16:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00

POPULER

KPK Periksa 4 ASN Cirebon dan Tetapkan GM Hyundai sebagai Tersangka Suap PLTU

KPK Sita Uang Ratusan Juta dari Penggeledahan Kanwil BPN Jatim

25 September 2026 | 15:49
bfgoodrich-perkuat-ban-on-road-buatan-indonesia

BFGoodrich Perkuat Ban On-Road Buatan Indonesia

25 September 2026 | 21:00
Presiden Prabowo Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2025 di Lubang Buaya

Prabowo Minta IEU-CEPA Segera Dituntaskan, Target Implementasi Awal 2027

25 September 2026 | 16:37
Langkah cepat BI dilakukan selepas terjadi dugaan transaksi tidak sah atau pembobolan saldo dan kartu kredit melalui penyalahgunaan fitur pembayaran kode QR di aplikasi platform dompet digital DANA. Bank Indonesia akan terus mengawal penyelesaian insiden dan menghimbau masyarakat untuk menjaga kerahasiaan data dan kredensial pembayaran, memantau riwayat transaksi secara berkala, serta segera melaporkan transaksi yang tidak dikenali melalui kanal resmi bank penerbit kartu dan/atau penyelenggara

BI Pantau Pembobolan Saldo dan Kartu Kredit di Aplikasi DANA

23 September 2026 | 14:41
Menurut Destry, untuk mengurai permasalahan tersebut, BI akan memberikan disinsentif dalam bentuk GWM (Giro Wajib Minimum) pada bank tersebut. Sementara bank-bank lain yang kepemilikan SSB-nya relatif di bawah, di mana BI menempatkan di 19 persen dari total DPK (Dana Pihak Ketiga) mereka, maka BI akan memberikan insentif, yaitu penurunan GWM.

BI Akan Terapkan Giro Wajib Minimum

25 September 2026 | 12:59
cimegra-tiga-tahun-dukung-petani-bawang-merah

Cimegra Tiga Tahun Dukung Petani Bawang Merah

25 September 2026 | 18:00
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved