Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Permintaan Kredit Lesu, Perbankan Mengalirkan Dana ke Surat Berharga

by Teguh Imam Suyudi
6 Oktober 2025 | 11:00
in Bisnis
permintaan-kredit-belum-pulih-perbankan-rajin-surat-berharga

Ilustrasi: ATM Bank Himbara (Gambar: Media Sosial)

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id – Permintaan kredit di sektor perbankan Indonesia belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang signifikan. Fenomena ini tercermin dari kecenderungan bank untuk lebih agresif menempatkan dana likuiditasnya pada instrumen surat berharga, seperti Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), alih-alih menyalurkannya sebagai kredit.

Data terbaru Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan Dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, per 2 Oktober 2025 mengonfirmasi tren ini. Kepemilikan perbankan pada SBN rupiah tercatat Rp 1.366 triliun per awal Oktober 2025, meningkat pesat dari akhir 2024 yang sebesar Rp 1.051 triliun. Demikian pula dengan SRBI, kepemilikan bank melonjak menjadi 78,74% dari total pada Agustus 2025, naik drastis dari 60,72% di akhir 2024.

Steffano Ridwan, Presiden Direktur Maybank Indonesia, mengungkapkan bahwa banknya memilih memaksimalkan excess likuiditas ke surat berharga. Kepemilikan surat berharga Maybank tumbuh menjadi Rp 42,2 triliun pada Agustus 2025. Pola serupa terlihat di CIMB Niaga, di mana kepemilikan surat berharga mereka juga naik menjadi Rp 87,9 triliun.

Di balik strategi ini, meski imbal hasil surat berharga konsisten menurun, bank melihatnya sebagai opsi yang lebih baik daripada membiarkan dana menganggur. “Lebih baik untung sedikit daripada tidak sama sekali,” ujar Steffano. Namun, ia menegaskan bahwa pendapatan utama bank tetaplah dari kredit, dan penempatan di surat berharga memiliki batasan tertentu.

Moch Amin Nurdin dari Banking & Finance Development Center (BFDC) menilai surat berharga menjadi pilihan aman di tengah ketidakpastian ekonomi. Ia memproyeksikan kondisi permintaan kredit yang datar ini akan berlanjut setidaknya hingga kuartal I-2026, seiring belum adanya sinyal ekspansi korporasi yang kuat, meski berbagai kebijakan pemerintah baru telah diluncurkan.

READ  Tanpa Ubah UU, DPR Sebut PPN 12% Bisa Ditunda
Tags: BIEkonomiKeuanganKreditPerbankanSBNSRBI
Previous Post

Purbaya Ngotot: Anggaran MBG Sisa Diambil, Tapi Kalau Kurang Ditambah!

Next Post

Duka Mendalam, Seluruh Jenazah Pekerja Tambang Freeport Akhirnya Ditemukan

Next Post
Kronologi Longsor Tambang Freeport Papua, 7 Pekerja Terjebak

Duka Mendalam, Seluruh Jenazah Pekerja Tambang Freeport Akhirnya Ditemukan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

tugu-insurance-pertahankan-kinerja-solid

Digdaya 10 Tahun! Tugu Insurance Kunci Rating A- Global, Sinyal Kekuatan Finansial Tak Tergoyahkan

9 Februari 2026 | 22:00
bpr-penataran-transformasi-layanan-top-bumd-awards-2026

Kesuksesan Transformasi BPR Penataran Pukau Juri TOP BUMD Awards 2026

22 Januari 2026 | 15:00
rsud-sambas-transformasi-layanan-kesehatan-top-bumd-awards-2026

RSUD Sambas Paparkan Transformasi Layanan Kesehatan di TOP BUMD Awards 2026

14 Januari 2026 | 22:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00

POPULER

Diklat Dakwah Albaqo-IKAMAH 2026 Resmi Digelar, Libatkan 150 Peserta

Diklat Dakwah Albaqo-IKAMAH 2026 Resmi Digelar, Libatkan 150 Peserta

26 Februari 2026 | 13:25
Kisah Singkat Nabi Nuh AS

Kisah Singkat Nabi Nuh AS

31 Juli 2024 | 16:00
daur-ulang-plastik-sosoft

Buang Kemasan Deterjen Bisa Dapat Poin! Gerakan #AlamiSoSoftUntukBumi Ajak Warga Daur Ulang Plastik

24 Februari 2026 | 18:00
restrukturisasi-keuangan-kimia-farma-apotek

Kimia Farma Apotek Merestrukturisasi Keuangan untuk Perkuat Layanan Kesehatan Nasional

18 Desember 2025 | 18:00
Silsilah Nabi Ibrahim AS

Silsilah Nabi Ibrahim AS

10 Februari 2025 | 12:48
Menurut Perry kembali, DIGDAYA x Hackathon 2026 diikuti oleh 1.300 peserta yang berasal dari mahasiswa dari berbagai universitas, pesantren, komunitas digital dan inovasi, dan pelaku usaha jasa keuangan.

OJK dan BI Buka Registrasi Kompetisi Hackathon 2026 Bagi Professional dan Mahasiswa, Batas Akhir 27 Maret 2026

24 Februari 2026 | 11:20
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved