Jakarta, CoreNews.id – Tim SAR gabungan kembali menemukan dua korban tewas akibat tanah longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap, Jawa Tengah, pada Selasa (18/11). Dengan penemuan terbaru ini, total korban meninggal dunia menjadi 18 orang, sementara lima warga lainnya masih dinyatakan hilang.
“Tim pencarian dan pertolongan gabungan kini fokus terhadap lima orang masih dinyatakan hilang,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan tertulis.
Menurutnya, operasi pencarian sempat dihentikan pada pukul 16.15 WIB karena cuaca buruk dan kondisi medan yang rawan tanah bergerak. Upaya pencarian hari ketujuh ditargetkan menyisir lima korban melalui tiga workset.
Selain menelan korban jiwa, longsor juga menyebabkan 16 rumah roboh atau hilang, 25 rumah terancam, serta 1 hektare lahan pertanian rusak. Sebanyak 46 warga terdampak langsung, sementara 383 orang mengungsi di beberapa lokasi, seperti Balai Desa Cibeunying, MTS SS Cibeunying, Masjid Baeturrohman Wanasari, serta rumah keluarga.
“Pemenuhan kebutuhan pengungsi dan pemantauan risiko longsor susulan menjadi prioritas utama,” kata Muhari.
Bencana ini terjadi pada Kamis (13/11) sekitar pukul 19.00 WIB, menimbun sejumlah rumah di Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut. Longsor melanda area sekitar 6,5 hektare, menimbulkan penurunan tanah 2 meter dan retakan sepanjang 25 meter.













