Corenews.id – Kebakaran di tujuh gedung apartemen di Distrik Tai Po, Hong Kong, yang terjadi sejak Rabu (26/11), merupakan insiden kebakaran paling mematikan yang terjadi di wilaayah tersebut. Hingga pukul 14.00 WIB atau nyaris 24 jam setelah kebakaran terjadi, setidaknya 55 orang tewas, 2 korban di antaranya berstatus WNI, menurut otoritas setempat.
Jumlah WNI yang meninggal dalam kebakaran itu disampaikan Yul Edison, Konsul Jenderal Republik Indonesia di Hong Kong.
“Berdasarkan penjelasan pihak pemerintah Hong Kong ke KJRI, memang begitu infonya,” kata Yul, Kamis (27/11).
Yul berkata, pihaknya terus memperbarui data WNI yang terdampak kebakaran tersebut.
Jumlah korban jiwa yang tercatat saat ini sudah melampaui jumlah korban kebakaran hebat di Sham Shui Po pada Agustus 1962, yang menewaskan 44 orang dan menyebabkan ratusan lainnya kehilangan tempat tinggal di kota tersebut. Sebanyak 767 pemadam dikerahkan ketujuh menara yang terbakar.











