Jakarta, CoreNews.id – Lanskap keamanan siber global semakin ganas. Laporan terbaru Kaspersky Security Bulletin (KSB) mengungkap bahwa sistem mereka mendeteksi rata-rata setengah juta file berbahaya setiap hari sepanjang tahun 2025. Angka ini meningkat 7% dibandingkan tahun 2024.
Yang lebih mengkhawatirkan adalah lonjakan signifikan jenis ancaman tertentu. Deteksi pencuri kata sandi (password stealer) melonjak 59%, sementara spyware naik 51% secara global. Tren ini menunjukkan fokus penyerang untuk mencuri data kredensial dan memata-matai korban.
Windows Masih Jadi Sasaran Utama
Secara platform, Windows tetap target favorit, dengan 48% penggunanya diserang berbagai ancaman sepanjang tahun. Untuk pengguna macOS, angkanya mencapai 29%. Secara keseluruhan, sepertiga pengguna global terkena ancaman melalui perangkat (seperti USB), dan 27% terpapar ancaman saat berselancar di internet.
Tren Regional Mengkhawatirkan
Peningkatan ancaman terjadi di semua wilayah:
- Asia Pasifik: Ledakan password stealer hingga 132%.
- Eropa & CIS: Spyware naik tajam, masing-masing 64% dan 68%.
- Amerika Latin: Juga mengalami peningkatan spyware sebesar 64%.
Alexander Liskin, Kepala Riset Ancaman Kaspersky, dalam keterangannya, 3/12/2025, menyoroti kerumitan serangan saat ini yang memanfaatkan kerentanan zero-day dan serangan rantai pasok. “Kegagalan dalam strategi keamanan bisa menyebabkan operasional terhenti berbulan-bulan,” tegasnya.
Cara Melindungi Diri:
- Pengguna Individu: Gunakan solusi keamanan tepercaya, aktifkan two-factor authentication, dan update software secara rutin.
- Organisasi: Perbarui semua sistem, batasi akses RDP, gunakan solusi seperti Kaspersky Next, dan backup data secara berkala.
Temuan ini berdasarkan data Kaspersky Security Network (KSN) periode November 2024 – Oktober 2025.












