Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Gen Z Waspada, Ada 15 Juta Percobaan Serangan Berkedok VPN

by Teguh Imam Suyudi
6 Desember 2025 | 21:00
in Tekno
vpn-palsu-ancam-privasi-gen-z

VPN Palsu

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id – Generasi Z tercatat sebagai pengguna teknologi penguat privasi—seperti VPN (Virtual Private Network) dan peramban anonim—paling aktif. Namun, kesadaran akan perlindungan data justru menjadikan mereka sasaran empuk bagi kampanye siber berbahaya. Laporan terbaru Kaspersky periode Oktober 2024 hingga September 2025 mendeteksi lebih dari 15 juta percobaan serangan yang menyamar sebagai aplikasi atau layanan VPN.

Privasi sebagai Prioritas dan Celahnya
Data Kaspersky mengonfirmasi bahwa Gen Z menggunakan berbagai teknologi enkripsi dan anonimisasi dua kali lebih sering dibandingkan generasi sebelumnya. Fenomena ini merupakan respons logis terhadap lingkungan digital yang dipenuhi kebocoran data dan pelacakan algoritmik. Namun, hasrat untuk memperkuat privasi sering kali berbenturan dengan pragmatisme, seperti mencari alternatif gratis atau tidak resmi. Inilah celah yang dieksploitasi penjahat siber dengan menyebarkan aplikasi VPN palsu, bajakan, atau yang sudah dimodifikasi dengan kode berbahaya.

Profil Ancaman: Dari Adware hingga Pengambil Kendali
Analisis ancaman mengidentifikasi tiga kategori malware utama yang disebarkan melalui VPN palsu:

  1. Adware (284.261 kasus): Membanjiri korban dengan iklan intrusif dan melakukan pelacakan data.
  2. Trojan (234.283 kasus): Ancaman paling berbahaya yang mampu mencuri informasi sensitif dan memberikan akses jarak jauh penuh kepada penyerang.
  3. Downloader (197.707 kasus): Bertugas mengunduh dan memasang muatan malware tambahan ke perangkat korban.

Selain itu, peneliti juga menemukan halaman phishing yang secara visual meniru situs login VPN populer. Halaman tiruan ini, yang sering dibuat menggunakan phishing kit siap pakai, dirancang untuk mencuri kredensial akun pengguna.

“Gen Z sadar privasi tetapi pragmatis. Penyerang memanfaatkan ini dengan mempromosikan versi bajakan atau aplikasi tiruan merek ternama. Alih-alih terlindungi, pengguna justru menyerahkan kendali perangkat mereka,” jelas Evgeny Kuskov, Pakar Keamanan di Kaspersky.

READ  HP Tidak Ada Layanan dan Sinyal? Begini Cara Mengatasinya

Langkah Perlindungan yang Direkomendasikan
Untuk menghindari jebakan tersebut, Kaspersky memberikan rekomendasi berikut:

  1. Unduh aplikasi VPN hanya dari toko aplikasi resmi atau situs web pengembang yang terpercaya.
  2. Hindari sepenuhnya aplikasi “crack” atau modifikasi yang menjanjikan fitur premium gratis.
  3. Lakukan verifikasi melalui ulasan independen sebelum memilih penyedia VPN.
  4. Periksa izin yang diminta aplikasi; izin berlebihan (seperti akses ke kontak atau mikrofon) adalah tanda bahaya.
  5. Gunakan solusi keamanan komprehensif seperti Kaspersky Premium yang dilengkapi VPN terpercaya untuk perlindungan real-time dari malware, phishing, dan ancaman lainnya.

Sebagai edukasi yang relevan, Kaspersky meluncurkan permainan interaktif “Case 404” yang mengajak pemain Gen Z mengenali risiko siber tersembunyi. Penyelesaian permainan memberikan hadiah diskon untuk langganan Kaspersky Premium.

Temuan ini menegaskan bahwa dalam upaya melindungi privasi, kewaspadaan dan pemilihan alat yang tepat dari sumber terpercaya merupakan hal yang non-negosiable.

Tags: Cyber SecurityGen ZKasperskyPrivasi DigitalVPN
Previous Post

Menyingkap Misteri Bawah Laut Sulawesi: Ekspedisi Kolaboratif OceanX-BRIN

Next Post

Menuju SEA Games 2025: Harapan, Tekad, dan Persiapan Matang Atlet Merah Putih

Next Post
menuju-sea-games-2025

Menuju SEA Games 2025: Harapan, Tekad, dan Persiapan Matang Atlet Merah Putih

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

bpr-penataran-transformasi-layanan-top-bumd-awards-2026

Kesuksesan Transformasi BPR Penataran Pukau Juri TOP BUMD Awards 2026

22 Januari 2026 | 15:00
rsud-sambas-transformasi-layanan-kesehatan-top-bumd-awards-2026

RSUD Sambas Paparkan Transformasi Layanan Kesehatan di TOP BUMD Awards 2026

14 Januari 2026 | 22:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00
RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Perkuat Transformasi Digital untuk Tingkatkan Mutu Layanan, RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 07:00

POPULER

total-hadiah-esports-world-cup-2026-capai-75-juta-usd

Gila! Total Hadiah EWC 2026 Capai Rp 1,2 Triliun

22 Januari 2026 | 13:00
Logo X

Twitter Berubah Jadi X di App Store

2 Agustus 2023 | 08:00
Sebagai informasi, pada petitumnya, ke-13 mahasiswa hukum sebagai Pemohon dicatat meminta MK menyatakan Pasal 256 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat. Mereka juga menilai, Pasal 256 KUHP baru seharusnya memberikan perlindungan hukum bagi warga negara

Pasal 256 KUHP Baru Digugat ke MK

12 Januari 2026 | 16:52
Dulux Rilis Colours of The Year 2026, Angkat ‘Rhythm of Blues™’ sebagai Simbol Ketenangan Ruang

Dulux Rilis Colours of The Year 2026, Angkat ‘Rhythm of Blues™’ sebagai Simbol Ketenangan Ruang

26 Januari 2026 | 20:22
tersangka-k3-ungkap-petunjuk-partai-berhuruf-k

Tersangka Kasus K3 Bocorkan Petunjuk: Nama Partai Ada Huruf “K”!

26 Januari 2026 | 20:00
Penyelidikan terhadap Zhang disebut berkaitan dengan Gu Jun, mantan manajer China National Nuclear Corporation, lembaga yang mengawasi program nuklir sipil dan militer Cina. Gu dilaporkan menjadi pihak yang menyerahkan bukti terhadap Zhang dan kini turut diselidiki dalam kasus korupsi besar-besaran di industri pertahanan dan nuklir. Kasus ini mencuat di tengah upaya Cina mempercepat perluasan arsenal nuklirnya

Jenderal Senior Cina Dipecat Karena Bocorkan Rahasia Nuklir ke AS

26 Januari 2026 | 14:15
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved