Jakarta, CoreNews.id — Berdasar analisis data pengeluaran belanja lebih dari 200.000 rumah tangga, rumah tangga yang memiliki setidaknya satu pengguna obat GLP-1 RA untuk pengelolaan berat badan mengalami penurunan pengeluaran dari tahun ke tahun dibandingkan rumah tangga tanpa pengguna obat serupa, terutama pada belanja alkohol dan produk tembakau. Analisis tersebut disampaikan Novo Nordisk pada ajang ilmiah internasional ObesityWeek di Atlanta, Amerika Serikat, akhir tahun 2025 lalu.
Meski tidak membuktikan hubungan sebab akibat, temuan ini mengindikasikan bahwa pengobatan obesitas berpotensi mendorong pilihan hidup yang lebih sehat, termasuk mengurangi konsumsi alkohol dan rokok. Menurut Chief Medical Officer Novo Nordisk Filip K. Knop (13/1/2026), terapi GLP-1 telah terbukti efektif menurunkan berat badan dan memberikan manfaat kesehatan luas. Menariknya lagi, terapi tersebut juga membantu individu dengan obesitas membuat keputusan yang lebih sehat dalam keseharian.
Di Indonesia, penderita obesitas dicatat semakin mengkhawatirkan. Survei kesehatan terbaru menunjukkan sekitar satu dari empat orang dewasa hidup dengan obesitas atau penumpukan lemak di perut. Kondisi ini meningkatkan risiko diabetes tipe 2, hipertensi, penyakit jantung, stroke, serta nyeri sendi, yang berdampak pada kualitas hidup dan beban ekonomi keluarga. Karena itu menurut Clinical, Medical, Regulatory Director Novo Nordisk Indonesia, dr. Riyanny Meisha Tarliman, obesitas merupakan kondisi medis kompleks yang membutuhkan penanganan serius.
Untuk mengetahui informasi terkait obesitas, Novo Nordisk melalui platform informasi kesehatan NovoCare.id dicatat menyediakan penjelasan mengenai obesitas, diabetes, serta panduan gaya hidup sehat. Sementara itu, GLP-1 adalah obat untuk pengelolaan berat badan dan merupakan obat resep yang digunakan sebagai tambahan pola makan rendah kalori dan peningkatan aktivitas fisik. Sejumlah studi klinis menunjukkan terapi ini membantu menurunkan berat badan secara signifikan sekaligus memperbaiki faktor risiko metabolik dan kesehatan jantung.*













