Jakarta, CoreNews.id – Mitsubishi Electric Indonesia memperkenalkan berbagai solusi otomasi dan teknologi digital terintegrasi untuk mendukung transformasi sektor manufaktur nasional. Inovasi tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi energi, dan daya saing industri.
Perusahaan menilai adopsi teknologi berbasis Internet of Things (IoT) dan Digital Twin menjadi salah satu kunci penguatan industri di tengah persaingan global.
Data Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menunjukkan, sektor manufaktur tumbuh 5,58 persen pada triwulan III 2025 dan berkontribusi sekitar 17,39 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Capaian ini menegaskan peran strategis manufaktur sebagai penggerak ekonomi.
“Transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan agar industri tetap kompetitif. Teknologi cerdas dapat meningkatkan efisiensi, keandalan, dan keberlanjutan operasional,” kata Head of Division Factory Automation and Industrial Division Mitsubishi Electric Indonesia, Ivan Chandra, dalam keterangan tertulis, 13/01/2026.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui partisipasi Mitsubishi Electric Indonesia dalam ajang Manufacturing Indonesia 2025 yang berlangsung pada 3–6 Desember 2025 di JIEXPO Kemayoran. Pameran ini menjadi wadah bagi pelaku industri untuk mendorong adopsi teknologi dan memperluas kolaborasi.
Dalam pameran itu, Mitsubishi Electric memperkenalkan Digital Twin MELSOFT Gemini. Teknologi ini merupakan model digital dari fasilitas fisik yang memungkinkan perusahaan melakukan simulasi, perencanaan, dan analisis risiko sebelum mengambil keputusan strategis.
Selain Digital Twin, perusahaan juga menampilkan sejumlah produk terbaru, seperti MELSEC MX Controller, Inverter FR-D800, dan MELHMI GOT3000. Produk tersebut dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas proses produksi.
Mitsubishi Electric juga menghadirkan berbagai solusi pendukung, mulai dari sistem penghematan energi hingga sistem otomasi terintegrasi dengan visualisasi data secara real-time. Pendekatan ini memungkinkan proses produksi berjalan lebih presisi dan berbasis data.
Beragam teknologi lain turut dipamerkan, seperti industrial and collaborative robots, sistem HVAC redundant, Mitsubishi Electric CNC, serta Wire EDM MV1200S.
Perusahaan berharap adopsi teknologi ini dapat memperkuat daya saing industri manufaktur Indonesia di tingkat regional maupun global.













