Jakarta, CoreNews.id – Perkembangan kecerdasan buatan (AI) tak hanya mengubah cara manusia bekerja, belajar, dan berinteraksi, tetapi juga memaksa industri pusat data untuk bertransformasi secara radikal. Vertiv (NYSE: VRT), pemimpin global infrastruktur digital kritis, memproyeksikan lonjakan kebutuhan daya, pergeseran desain, serta revolusi sistem pendinginan sebagai fondasi utama masa depan pusat data.
Dalam laporan terbarunya bertajuk Vertiv™ Frontiers, perusahaan ini memetakan arah evolusi pusat data global yang semakin dipengaruhi oleh beban kerja AI, komputasi berperforma tinggi (HPC), serta tuntutan efisiensi dan kecepatan pembangunan.
“Industri pusat data berkembang pesat dalam perancangan, pembangunan, hingga pengoperasian sebagai respons terhadap tuntutan kepadatan dan kecepatan implementasi yang dibutuhkan oleh pabrik AI,” ujar Scott Armul, Chief Product and Technology Officer Vertiv, dalam keterangannya, 16/1/2026.
Menurut Armul, tren seperti densifikasi ekstrem, arsitektur daya DC bertegangan tinggi, hingga teknologi pendinginan cair canggih bukan lagi sekadar opsi—melainkan kebutuhan untuk mendukung pusat data berskala gigawatt.
AI Mengubah Peta Konsumsi Daya
Salah satu temuan utama laporan ini adalah meningkatnya tekanan terhadap sistem distribusi daya. Sebagian besar pusat data saat ini masih mengandalkan sistem AC/DC hibrida dengan beberapa tahap konversi yang tidak efisien untuk kebutuhan AI yang semakin padat.
Vertiv memprediksi peralihan menuju arsitektur DC bertegangan tinggi akan menjadi arus utama. Sistem ini memungkinkan pengurangan arus, ukuran kabel yang lebih kecil, serta efisiensi energi yang jauh lebih baik.
Tak hanya itu, pembangkitan energi di lokasi—melalui microgrid atau turbin gas—diperkirakan akan menjadi strategi penting untuk menjaga ketahanan operasional di tengah keterbatasan pasokan listrik global.
AI Tak Lagi Terpusat
Laporan Vertiv juga menyoroti tren AI terdistribusi. Jika selama ini AI identik dengan pusat data hyperscale raksasa, ke depan layanan inferensi AI akan semakin menyebar sesuai kebutuhan industri.
Sektor-sektor yang sangat diatur seperti keuangan, pertahanan, dan kesehatan, misalnya, akan lebih memilih pusat data on-premises atau hybrid demi menjaga keamanan, latensi rendah, dan kepatuhan regulasi.
Di sinilah pentingnya sistem daya dan pendinginan yang fleksibel, modular, dan mudah ditingkatkan—baik melalui pembangunan baru maupun retrofit fasilitas lama.
Menuju Autonomi Energi
Ketersediaan listrik menjadi tantangan serius bagi pusat data modern. Karena itu, Vertiv memproyeksikan percepatan adopsi konsep energy autonomy atau kemandirian energi.
Strategi seperti Bring Your Own Power (and Cooling) diperkirakan akan semakin lazim. Artinya, pusat data tidak hanya mengandalkan jaringan publik, tetapi membangun sistem energi dan pendinginan mandiri yang lebih stabil, efisien, dan tangguh.
Digital Twin, Membangun Dunia Virtual Sebelum Dunia Nyata
Transformasi berikutnya adalah adopsi digital twin—replika virtual pusat data yang memungkinkan perencanaan, simulasi, dan pengujian dilakukan sebelum pembangunan fisik.
Dengan pendekatan ini, pusat data dapat dirancang sebagai satu unit komputasi terpadu, bukan sekadar bangunan berisi server. Vertiv menyebut metode ini mampu memangkas waktu implementasi hingga 50 persen.
Di era AI yang serba cepat, kecepatan bukan lagi keunggulan, melainkan syarat utama untuk bertahan.
Liquid Cooling yang Semakin Cerdas
Seiring meningkatnya performa GPU dan kepadatan rak server, pendinginan udara konvensional kian kewalahan. Liquid cooling kini menjadi solusi utama—dan akan semakin cerdas berkat bantuan AI.
Sistem pendinginan cair generasi baru tidak hanya mendinginkan, tetapi juga memprediksi kegagalan, mengoptimalkan aliran fluida, serta meningkatkan keandalan perangkat bernilai tinggi.
Vertiv menilai, kombinasi AI dan liquid cooling adaptif akan menjadi tulang punggung pusat data masa depan yang lebih efisien, tangguh, dan berkelanjutan.
Lebih dari Sekadar Infrastruktur
Dengan operasi di lebih dari 130 negara, Vertiv menghadirkan solusi menyeluruh mulai dari manajemen daya, pendinginan, hingga layanan infrastruktur TI dari cloud hingga edge.
Pendekatan ini memungkinkan pusat data tak hanya menjadi gudang server, melainkan pusat inovasi yang menopang transformasi digital global.
Di tengah ledakan AI, laporan ini memberi satu pesan kuat: masa depan bukan hanya soal teknologi yang lebih cepat, tetapi juga sistem yang lebih cerdas, efisien, dan berkelanjutan.













