Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Inilah Tanda Orang Baik Saat Wafat

by Teguh Imam Suyudi
16 Januari 2026 | 20:00
in Humaniora
tanda-orang-baik-saat-wafat

Ilustrasi Orang Sedang Tidur dibuat ChatGPT

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id – Kematian adalah kepastian yang akan dialami setiap manusia. Namun, dalam Islam, cara seseorang menghadapinya—terutama di detik-detik terakhir hidupnya—diyakini menyimpan banyak pesan spiritual. Imam Al-Ghazali dalam karya monumentalnya Ihya Ulumiddin menguraikan sejumlah tanda yang dapat dikenali pada orang-orang yang dicintai Allah saat menghadapi sakaratul maut.

Menurut Al-Ghazali, salah satu tanda utama adalah ketenangan. Wajahnya tampak damai, lisannya lembut, dan hatinya penuh harap kepada rahmat Allah SWT. Ia tidak gelisah, tidak memberontak, tetapi justru diam dalam kepasrahan.

“Tanda orang yang dicintai Allah ketika menjelang wafat adalah ketenangan lahir dan batin, lisannya mengucapkan syahadat, dan hatinya berbaik sangka kepada Allah,” tulis Imam Al-Ghazali.

Tiga Tanda Rahmat di Detik Terakhir

Nabi Muhammad SAW juga menjelaskan ciri-ciri tertentu yang menunjukkan seseorang sedang berada dalam rahmat Allah saat meninggal. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dan Al-Hakim, Rasulullah SAW bersabda:

“Perhatikanlah orang mati pada tiga hal: jika dahinya berpeluh, matanya berlinang air mata, dan bibirnya mengering, maka itu termasuk rahmat Allah yang turun kepadanya.”

Tiga tanda ini bukan sekadar fenomena fisik, melainkan diyakini sebagai isyarat kelembutan Allah dalam menjemput hamba-Nya. Sebaliknya, Rasulullah juga mengingatkan adanya tanda-tanda kesulitan dan azab, seperti napas tersengal, warna wajah memerah, serta bibir membiru.

Syahadat, Penutup Terindah Kehidupan

Tanda kebaikan lainnya adalah lancarnya seseorang mengucapkan kalimat tauhid di akhir hayatnya. Rasulullah SAW bersabda:

“Ajarkanlah orang yang hampir mati di antara kalian dengan kalimat La ilaha illallah.” (HR Muslim)

Dalam riwayat lain disebutkan, kalimat tersebut dapat menghapus dosa-dosa sebelumnya. Utsman bin Affan radhiyallahu anhu bahkan menyebut bahwa siapa pun yang wafat dengan kalimat tauhid, maka itu menjadi bekalnya menuju surga.

READ  6.330 Jemaah Gelombang II Kembali ke Tanah Air dari Madinah

Namun, para ulama mengingatkan bahwa proses talqin harus dilakukan dengan kelembutan. Jangan memaksa, jangan mengintimidasi. Sebab, dalam kondisi sakaratul maut, seseorang berada dalam keadaan sangat lemah, baik fisik maupun psikis.

“Talqin bukan tekanan, melainkan penghiburan,” pesan para ulama.

Jika dipaksakan, dikhawatirkan justru menimbulkan penolakan dalam hati orang yang sedang sekarat—dan ini bisa berdampak buruk pada akhir hidupnya.

Husnuzan: Kunci Ketenangan di Ujung Usia

Selain syahadat, hal paling penting yang dianjurkan saat sakaratul maut adalah berbaik sangka kepada Allah SWT. Kisah Wa’ilah bin Al-Asqa menjadi pelajaran berharga.

Saat menjenguk orang sakit, ia bertanya, “Bagaimana sangkaanmu kepada Allah?” Orang itu menjawab, “Dosaku banyak, tetapi aku berharap rahmat Rabbku.”

Mendengar itu, Wa’ilah bertakbir dan berkata bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:

“Allah berfirman: Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku kepada-Ku.” (HR Ibnu Hibban)

Hadis ini menjadi pengingat bahwa Allah bukan hanya Maha Adil, tetapi juga Maha Pengasih. Harapan kepada-Nya tidak pernah sia-sia.

Bekal untuk Kita yang Masih Hidup

Tanda-tanda ini sejatinya bukan hanya untuk dikenali, tetapi untuk dipersiapkan. Sebab, kematian tidak menunggu usia tua, tidak menunggu kesiapan, dan tidak bisa ditunda.

Mempersiapkan diri untuk husnul khatimah berarti membiasakan hati untuk husnuzan, melatih lisan dengan dzikir, dan menjaga amal agar tetap ikhlas.

Kematian bukan akhir dari segalanya, melainkan pintu menuju kehidupan yang lebih abadi. Dan seindah-indahnya penutup hidup adalah ketika seorang hamba pulang dalam keadaan dicintai oleh Tuhannya.

Tags: Husnul KhatimahIslam InspiratifSakaratul Maut
Previous Post

Vertiv Prediksi Lonjakan Kebutuhan Daya AI: Digital Twin dan Liquid Cooling Jadi Kunci Masa Depan Pusat Data

Next Post

Net Buy Asing Tembus Rp 4,46 Triliun, Ini 10 Saham Paling Diborong Saat IHSG Cetak Rekor Baru

Next Post
net-buy-asing-ihsg-rekor-saham-diborong

Net Buy Asing Tembus Rp 4,46 Triliun, Ini 10 Saham Paling Diborong Saat IHSG Cetak Rekor Baru

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

bpr-penataran-transformasi-layanan-top-bumd-awards-2026

Kesuksesan Transformasi BPR Penataran Pukau Juri TOP BUMD Awards 2026

22 Januari 2026 | 15:00
rsud-sambas-transformasi-layanan-kesehatan-top-bumd-awards-2026

RSUD Sambas Paparkan Transformasi Layanan Kesehatan di TOP BUMD Awards 2026

14 Januari 2026 | 22:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00
RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Perkuat Transformasi Digital untuk Tingkatkan Mutu Layanan, RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 07:00

POPULER

total-hadiah-esports-world-cup-2026-capai-75-juta-usd

Gila! Total Hadiah EWC 2026 Capai Rp 1,2 Triliun

22 Januari 2026 | 13:00
Logo X

Twitter Berubah Jadi X di App Store

2 Agustus 2023 | 08:00
Sebagai informasi, pada petitumnya, ke-13 mahasiswa hukum sebagai Pemohon dicatat meminta MK menyatakan Pasal 256 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat. Mereka juga menilai, Pasal 256 KUHP baru seharusnya memberikan perlindungan hukum bagi warga negara

Pasal 256 KUHP Baru Digugat ke MK

12 Januari 2026 | 16:52
Profil Siti Sarah, Istri Pertama Nabi Ibrahim AS

Profil Siti Sarah, Istri Pertama Nabi Ibrahim AS

11 Februari 2025 | 18:19
Dulux Rilis Colours of The Year 2026, Angkat ‘Rhythm of Blues™’ sebagai Simbol Ketenangan Ruang

Dulux Rilis Colours of The Year 2026, Angkat ‘Rhythm of Blues™’ sebagai Simbol Ketenangan Ruang

26 Januari 2026 | 20:22
Menurut Yusril kembali, ketentuan dalam undang-undang tersebut harus ditindaklanjuti melalui mekanisme administratif yang jelas dan formal. Hal ini ditegaskan dalam Pasal 29 dan Pasal 30 UU 12/2006, serta diperinci lebih lanjut dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 2 Tahun 2007 dan PP Nomor 21 Tahun 2022. Atau dengan kata lain, norma undang-undang itu harus dilaksanakan dengan Keputusan Menteri Hukum yang menyatakan mencabut status WNI yang menjadi anggota militer negara asing tersebut.

Status Kewarganegaraan WNI Jadi Tentara Asing Tidak Otomatis Hilang

26 Januari 2026 | 11:18
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved