Jakarta, CoreNews.id – BPR Penataran Kabupaten Blitar memaparkan kesuksesan transformasi layanannya dalam sesi Wawancara Penjurian TOP BUMD Awards 2026 secara daring, Rabu (21/1/2026). Transformasi ini fokus pada digitalisasi, tata kelola, SDM, dan inovasi produk untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
Direktur Utama Sahrial Amri menjelaskan, transformasi dilakukan melalui peluncuran Aplikasi Digital PASKu untuk mempermudah akses perbankan dan mendukung program daerah, seperti penyaluran gaji PPPK untuk ribuan peserta dan beasiswa bagi pelajar. Inovasi lain mencakup pembukaan Kantor Kas Wlingi dan program undian berhadiah.

Hasilnya, kinerja keuangan periode 2022-2025 menunjukkan tren pemulihan kuat. BPR Penataran berhasil menutup rugi kumulatif sebesar Rp1,7 miliar. Peningkatan aset dan perbaikan kualitas aset menjadi bukti keberhasilan restrukturisasi internal dan dukungan pemegang saham, termasuk Pemerintah Kabupaten Blitar.
Dari sisi tata kelola, perusahaan menerapkan KPI, sistem penghargaan, dan penguatan good corporate governance (GCG). Komitmen pada inklusi keuangan diwujudkan melalui Tabungan Simpel pelajar, pembiayaan UMKM, dan literasi keuangan.
Kesuksesan ini mengangkat BPR Penataran sebagai rujukan studi tiru bagi beberapa BPR daerah lainnya. Pencapaian tersebut menegaskan perannya sebagai BUMD yang adaptif, inovatif, dan berkomitmen pada ekonomi lokal yang berkelanjutan.












