Jakarta, CoreNews.id — Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) dan International Stabilization Force (ISF) yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump memiliki struktur yang sangat transaksional, elitis, dan terpusat pada kepentingan geopolitik AS. Gagasan ini justru merupakan bentuk imperialisme modern yang dibungkus narasi kemanusiaan dan tidak untuk mewujudkan perdamaian sejati di Jalur Gaza.
Hal tersebut disampaikan Ketua Presidium Aqsa Working Group (AWG), Anshorullah di Jakarta (22/1/2026). Menurut Anshorullah, Dewan Perdamaian pada hakikatnya bertujuan mengambil alih kendali Gaza, menormalisasi kejahatan perang Zionis Israel, serta melanggengkan blokade dan genosida terhadap rakyat Palestina.
Karena itu AWG menyatakan 9 sikap. Di mana salah satunya adalah sebagai berikut. AWG mendukung langkah Prancis, Swedia, dan Norwegia yang menarik diri dari Dewan Perdamaian Dunia dan menyerukan kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto untuk juga menarik diri dari seluruh skema dan rencana Trump terkait Dewan Perdamaian Gaza, serta menegaskan kembali posisi Indonesia yang konsisten menolak penjajahan dan membela kemerdekaan Palestina sebagaimana amanat Konstitusi.*













