Jakarta, CoreNews.id – Kebijakan pemadaman internet atau *internet shutdown* di Iran dilakukan di tengah situasi keamanan nasional yang dinilai sensitif. Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menegaskan langkah tersebut bukan kebijakan yang diinginkan pemerintah untuk berlangsung dalam jangka panjang.
Menurut Boroujerdi, penutupan akses internet membawa dampak sosial dan ekonomi yang besar bagi masyarakat. Namun, kebijakan itu terpaksa diambil karena adanya ancaman dari luar negeri yang memanfaatkan jaringan internet, termasuk potensi teror yang dinilai membahayakan stabilitas negara.
“Ini merupakan langkah yang tidak mudah, tetapi harus dilakukan demi menjaga keamanan nasional,” ujar Boroujerdi di Jakarta, Kamis, 22 Januari 2026.
Meski demikian, ia memastikan kondisi jaringan internet di Iran saat ini mulai membaik. Pemerintah tengah melakukan pemulihan akses secara bertahap dan berhati-hati agar tidak memunculkan risiko keamanan baru.
Boroujerdi menegaskan pemerintah tidak ingin masyarakat menjadi korban penyalahgunaan internet untuk kepentingan yang mengancam negara. Ia bahkan mengungkap pengalaman pribadinya saat memberi tahu keluarganya di Iran terkait kebijakan tersebut.
“Mereka menjawab, penutupan internet di negara ini jauh lebih baik,” katanya.













