Jakarta, CoreNews.id – Iran menyatakan penghormatan penuh atas keputusan Indonesia bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza. Pernyataan tersebut disampaikan Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, di Jakarta, Kamis, 22 Januari 2026.
Boroujerdi menegaskan Iran memahami bahwa setiap negara memiliki kepentingan nasional dan sudut pandang masing-masing dalam menyikapi isu Palestina. Ia meyakini Indonesia merupakan negara mandiri yang konsisten menjalankan prinsip politik luar negeri bebas dan aktif.
“Kita memiliki hubungan yang sangat baik dengan Indonesia, dan kita akan terus berhubungan dengan Indonesia,” ujar Boroujerdi. Ia memastikan keterlibatan Indonesia dalam Dewan Perdamaian tidak akan memengaruhi hubungan bilateral kedua negara.
Meski demikian, Iran tetap berpegang pada pandangan bahwa perdamaian di Timur Tengah hanya dapat terwujud jika pendudukan Israel diakhiri sepenuhnya. Menurut Boroujerdi, tanpa syarat tersebut, proses damai tidak akan berjalan efektif.
Keputusan Indonesia bergabung ditandai dengan penandatanganan Piagam Dewan Perdamaian Gaza oleh Presiden Prabowo Subianto bersama tujuh pemimpin negara lain di sela World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss. Pemerintah menilai keikutsertaan ini sebagai peluang kontribusi nyata bagi rakyat Palestina, tanpa meninggalkan prinsip politik luar negeri non-blok.













