Jakarta, CoreNews.id — Jenderal Zhang Youxia, pemimpin operasional Tentara Pembebasan Rakyat Cina (PLA), menghadapi tuduhan menyerahkan data senjata nuklir Cina kepada Amerika Serikat. Jenderal berusia 75 tahun ini, diberhentikan dari jabatannya pada Sabtu lalu. Dalam sebuah pengarahan tertutup yang dihadiri para perwira tinggi militer, Zhang juga dituduh menerima suap untuk meloloskan seorang perwira senior menjadi menteri pertahanan serta membentuk “kelompok politik” di dalam militer.
Hal tersebut dikutip dari The Telegraph sebagaimana dilaporkan oleh The Wall Street Journal. Penyelidikan terhadap Zhang disebut berkaitan dengan Gu Jun, mantan manajer China National Nuclear Corporation, lembaga yang mengawasi program nuklir sipil dan militer Cina. Gu dilaporkan menjadi pihak yang menyerahkan bukti terhadap Zhang dan kini turut diselidiki dalam kasus korupsi besar-besaran di industri pertahanan dan nuklir. Kasus ini mencuat di tengah upaya Cina mempercepat perluasan arsenal nuklirnya.
Kejatuhan Zhang sebagai teman masa kecil Xi Jinping, menjadi pemecatan paling dramatis dalam kampanye Xi memberantas korupsi dan ketidaksetiaan di tubuh militer. Sejak berkuasa, Xi dicatat telah melipatgandakan anggaran pertahanan untuk menjadikan PLA kekuatan militer “kelas dunia” pada 2049. Gelombang pencopotan pejabat tinggi, termasuk sembilan jenderal senior pada Oktober lalu, membuat Komisi Militer Pusat kini hanya tersisa dua anggota.*













