Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

BPJPH Dorong Simplifikasi Perkuat Ekosistem Halal Nasional

by Teguh Imam Suyudi
3 Februari 2026 | 21:00
in Bisnis
bpjph-simplifikasi-perkuat-ekosistem-halal-nasional

Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) (Foto: Media Sosial)

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id – Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menekankan strategi percepatan dan simplifikasi kebijakan sebagai kunci penguatan ekosistem halal, khususnya di daerah. Langkah ini dinilai krusial agar Indonesia mampu mengejar ketertinggalan dari negara lain yang lebih dahulu membangun sistem halal secara terintegrasi.

Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan mengatakan, penyederhanaan regulasi dan terobosan kebijakan perlu dilakukan secara berani dan konsisten, baik di tingkat pusat maupun daerah. Menurut dia, berbagai negara telah membuktikan bahwa halal bukan sekadar isu keagamaan, melainkan mesin pertumbuhan ekonomi.

“Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, strategi simplifikasi dan percepatan penting,” ujar Haikal dalam keterangannya di Jakarta, 3/2/2025.

Ia mencontohkan negara seperti China, Brasil, dan Amerika Serikat yang sejak puluhan tahun lalu melihat produk halal sebagai peluang ekonomi jangka panjang. Dalam perkembangan global, halal bahkan telah bertransformasi menjadi simbol peradaban modern dan standar kualitas. Di Korea Selatan dan Rusia, halal dimaknai sebagai double clean, elite food, serta bagian dari kepuasan konsumen.

Dalam konteks itu, BPJPH mendorong berbagai program konkret di daerah, termasuk akselerasi sertifikasi halal dari hulu ke hilir. Haikal menegaskan arahan Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, melainkan produsen utama produk halal dunia. “Halal harus ditempatkan sebagai mesin utama pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya.

Upaya penguatan ekosistem halal juga diarahkan pada kesiapan menjelang implementasi regulasi Wajib Halal 2026. Haikal menilai pendampingan bagi usaha mikro dan kecil (UMK) menjadi faktor penentu keberhasilan kebijakan tersebut. Saat ini, jumlah UMK yang belum bersertifikat halal masih besar.

Menurut Haikal, Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) dan Pendamping Proses Produk Halal (P3H) merupakan garda terdepan pendampingan UMK. Karena itu, peningkatan profesionalisme, disiplin prosedur, dan keseragaman langkah di seluruh LP3H menjadi keharusan.

READ  Kinerja Kurang Memuaskan, OJK Akan Hapus Bank KBMI 1

BPJPH, lanjutnya, akan terus memperkuat LP3H secara berkelanjutan melalui dukungan kedeputian serta Balai dan Loka PJPH di berbagai daerah. Penguatan ini diharapkan membuat proses pendampingan sertifikasi halal berjalan lebih cepat, akurat, dan merata.

Sementara itu, Rakornas LP3H yang digelar awal Februari ini dinilai menjadi momentum strategis untuk menyatukan visi dan memperkuat sinergi nasional dalam percepatan sertifikasi halal UMK menuju Wajib Halal 2026.

Tags: Ekosistem HalalSertifikasi HalalUMK Halal
Previous Post

Tanda Kiamat Kian Nyata? Ilmu Menghilang

Next Post

Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Pasar Modal

Next Post
net-buy-asing-ihsg-rekor-saham-diborong

Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Pasar Modal

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

bpr-penataran-transformasi-layanan-top-bumd-awards-2026

Kesuksesan Transformasi BPR Penataran Pukau Juri TOP BUMD Awards 2026

22 Januari 2026 | 15:00
rsud-sambas-transformasi-layanan-kesehatan-top-bumd-awards-2026

RSUD Sambas Paparkan Transformasi Layanan Kesehatan di TOP BUMD Awards 2026

14 Januari 2026 | 22:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00
RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Perkuat Transformasi Digital untuk Tingkatkan Mutu Layanan, RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 07:00

POPULER

Menurut Yvonne, Indonesia mendesak Pemerintah Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan Internasional yang ditahan.

Sembilan WNI Ditangkap Israel, Kemenlu Upayakan Pembebasan

20 Mei 2026 | 10:49
Grey Bukan Sekadar Warna, New Balance Rayakan Identitas Urban Lewat Grey Days 2026

Grey Bukan Sekadar Warna, New Balance Rayakan Identitas Urban Lewat Grey Days 2026

20 Mei 2026 | 12:45
Selain rupiah, ringgit Malaysia terkoreksi 0,09%. Dolar Taiwan tertekan 0,07% dan baht Thailand tertekan 0,06%. Won Korea Selatan juga turun 0,04%. Selain itu, dolar Hong Kong melemah tipis 0,008%.

Rupiah Terjun Bebas Menjadi Rp 17.738 Per Dolar AS

20 Mei 2026 | 09:49
Sementara itu, harga emas di Pegadaian tetap naik. Harga emas UBS, Antam, dan Galeri24 masing-masing naik menjadi Rp 2.845.000, Rp 2.887.000, dan Rp 2.782.000 per gram. Ini dikutip dari laman Sahabat Pegadaian Jakarta, Rabu pukul 07.38 WIB. Sebelumnya, harga ketiganya di Pegadaian pada Selasa (19/5/2026) dicatat sebagai berikut. Harga emas UBS Rp 2.788.000, Antam Rp 2.861.000, dan Galeri24 Rp 2.756.000 per gram

Harga Emas Antam Turun, Harga Emas Pegadaian Naik

20 Mei 2026 | 10:16
PT Griya Idola kembangkan proyek terbaru Griya Idola Residence Tangerang

Griya Idola Residence Perumahan Berkonsep Oasis dan Eco-Friendly

21 September 2023 | 16:26
Palo Alto Networks

Bagaimana Prediksi Keamanan Siber Tahun 2025 untuk Kawasan Asia Pasifik?

15 Januari 2025 | 09:00
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved