Jakarta, CoreNews.id – Kremlin menegaskan kerja sama dengan Amerika Serikat mengenai implementasi kesepakatan terkait Ukraina masih berlanjut, meski terdapat kekecewaan terhadap Washington, dilaporkan Anadolu Agency, Selasa, 10 Februari 2026.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyampaikan hal itu dalam konferensi pers di Moskow, Senin, 9 Februari. Ia menekankan Rusia tetap berkomitmen pada hasil pertemuan presiden Rusia dan Amerika Serikat di Anchorage, Alaska, tahun lalu.
Menurutnya, kesepahaman yang dikenal sebagai “semangat Anchorage” dinilai fundamental dan berpotensi membuka terobosan bagi penyelesaian konflik Ukraina. Pembahasan implementasi disebut masih berlangsung dan sebaiknya dilakukan tanpa tekanan publik.
Peskov menambahkan Moskow menunggu tanggapan Washington atas usulan Presiden Vladimir Putin, termasuk mengenai penggunaan aset Rusia yang dibekukan di AS untuk membayar keanggotaan dalam Dewan Perdamaian yang dipromosikan Washington.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov menyatakan kekecewaannya karena Amerika Serikat dinilai tidak lagi siap mengimplementasikan proposal yang sebelumnya diajukan dalam pertemuan Anchorage. Ia juga menyinggung minimnya prospek kerja sama ekonomi kedua negara.
Selain isu Ukraina, Kremlin turut mengkritik kebijakan Washington terhadap Kuba, khususnya penerapan sanksi yang disebut sebagai taktik pencekikan.













