Jakarta, CoreNews.id – Langit modernisasi TNI Angkatan Laut kian terang. Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Muhammad Ali, memastikan kapal induk pertama Indonesia, Giuseppe Garibaldi, ditargetkan tiba sebelum peringatan HUT TNI pada 5 Oktober 2026.
“Untuk Garibaldi, masih dalam proses ya. Harapannya bisa sampai di Indonesia sebelum HUT TNI,” ujar Ali dalam jumpa pers di Markas Pusat Polisi Militer Angkatan Laut, Jakarta Pusat, Kamis, 12/2/2026.
Kapal induk buatan galangan Italia, Fincantieri, itu kini masih dalam tahap negosiasi antara Kementerian Pertahanan RI dengan pihak produsen serta Angkatan Laut Italia sebagai pengguna sebelumnya. Detail pembicaraan belum diungkap ke publik, namun sinyal kedatangannya semakin kuat.
Sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama TNI Tunggul menegaskan kapal ini diproyeksikan untuk mendukung misi Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Dalam berbagai situasi darurat—mulai dari evakuasi korban bencana alam hingga pengiriman pasukan perdamaian—kapal induk dinilai mampu menjadi pangkalan bergerak di tengah laut.
Dengan panjang 180,2 meter dan kecepatan maksimum 30 knot atau sekitar 56 kilometer per jam, Garibaldi bukan sekadar simbol kekuatan. Ia dirancang mengangkut logistik dalam jumlah besar, memiliki daya jelajah tinggi, serta dilengkapi sistem persenjataan dan radar canggih—mulai dari peluncur rudal antipesawat Sea Sparrow/Selenia Aspide, meriam Oto Melara 40L70 DARDO, hingga torpedo 324 mm.
Menariknya, kapal ini memiliki benang merah dengan dua KRI anyar TNI AL—KRI Brawijaya 320 dan KRI Prabu Siliwangi 321—yang sama-sama diproduksi Fincantieri. Kesamaan platform ini diyakini akan mempermudah integrasi sistem dan operasional di masa depan.
Meski difokuskan untuk OMSP, TNI AL tak menutup kemungkinan Garibaldi juga akan digunakan dalam operasi tempur bila diperlukan. Jika target tercapai, kehadiran kapal induk ini akan menjadi kado istimewa menjelang HUT TNI 2026—sekaligus menandai babak baru kekuatan maritim Indonesia di kawasan.













