Jakarta, CoreNews.id – Di antara tembok-tembok rapuh dan atap yang tak lagi utuh, harapan itu kembali disusun bata demi bata. Kebutuhan akan papan sebagai fondasi hidup layak mendorong PT Nojorono Tobacco International melanjutkan program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) di awal 2026.
Bersama NU Care – LAZISNU Jawa Tengah, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan Pemerintah Kabupaten Kudus, program ini menyasar sejumlah kecamatan seperti Kaliwungu, Bae, Undaan, dan Gebog. Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi ikhtiar menghadirkan hunian yang sehat, aman, dan bermartabat bagi warga.
Sejak 2022, RSLH telah menghadirkan puluhan unit rumah di berbagai daerah, antara lain Sragen, Klaten, dan Gebog. Tahun ini, Kabupaten Kudus menjadi titik penguatan komitmen, tempat perusahaan yang berdiri sejak 1932 itu tumbuh dan berkembang.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menyampaikan apresiasi atas keberlanjutan program tersebut. Ia menilai RSLH bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan investasi sosial jangka panjang yang berdampak pada kesehatan, kenyamanan, dan kesejahteraan warga. Kolaborasi pemerintah, lembaga sosial, dan dunia usaha dinilai mempercepat peningkatan kualitas hidup masyarakat, terutama di sektor perumahan.
Direktur Utama PT Nojorono Tobacco International, Surjadi Lukman, 9/2/2026, menegaskan bahwa RSLH telah menjadi agenda tahunan perusahaan. Setelah menjangkau Sragen, Klaten, dan Kebumen, kehadiran program di Kudus memiliki makna emosional tersendiri. Bantuan tersebut diharapkan mampu memberi ruang hidup yang lebih layak sekaligus menumbuhkan optimisme baru bagi penerima manfaat.
Sebagai salah satu pelopor industri kretek nasional, Nojorono dikenal melalui merek legendaris Minak Djinggo serta inovasi Clas Mild pada segmen rendah tar dan nikotin. Namun, di balik kiprah industrinya, perusahaan membawa warisan prinsip “Bersatu, Berdoa, dan Berkarya” yang terus diterjemahkan dalam aksi sosial berkelanjutan.
Melalui RSLH, bata-bata itu bukan hanya menyusun dinding, tetapi juga menyulam harapan. Di sudut-sudut Kudus, rumah sederhana kini berdiri sebagai simbol bahwa kepedulian dapat menjelma menjadi ruang hidup yang lebih manusiawi.













