Jakarta, Coreanews.id – Lonjakan pesanan selama Ramadan menjadi berkah sekaligus tantangan bagi pelaku usaha. Permintaan produk fesyen, kue kering, hingga hampers meningkat tajam menjelang Lebaran. Tanpa strategi logistik yang matang, keterlambatan pengiriman bisa berdampak pada turunnya kepuasan pelanggan.
Chief Marketing Officer Lion Parcel, Kenny Kwanto, 25/2/2026, menyebut Ramadan sebagai periode dengan peningkatan pengiriman signifikan setiap tahun. Pelaku usaha, kata dia, perlu menyiapkan strategi sejak awal agar operasional tetap efisien di tengah lonjakan permintaan.
Berikut strategi pengiriman yang bisa diterapkan:
1. Proyeksikan Lonjakan Pesanan
Analisis tren penjualan tahun sebelumnya untuk memprediksi kenaikan permintaan. Dengan proyeksi yang tepat, pelaku usaha dapat mengatur stok, jadwal produksi, dan distribusi lebih terstruktur.
2. Pilih Layanan Sesuai Urgensi
Menjelang Lebaran, banyak konsumen berbelanja mendekati hari raya. Layanan prioritas seperti BOSSPACK cocok untuk pengiriman mendesak, sementara REGPACK atau JAGOPACK bisa dimanfaatkan untuk pesanan reguler.
3. Optimalkan Pengiriman Paket Besar
Distribusi stok atau kiriman dalam jumlah besar biasanya ikut meningkat. Layanan BIGPACK FAST dari Lion Parcel memungkinkan pengiriman mulai 10 kg dengan tarif kompetitif dan waktu lebih cepat.
4. Manfaatkan Skema COD Ongkir
Bagi pelaku usaha yang aktif di media sosial, layanan COD Ongkir membantu menyederhanakan perhitungan biaya kirim. Penjual menerima pembayaran produk lebih dulu, sementara ongkir dibayarkan penerima saat paket tiba.
Momentum Ramadan bukan hanya soal peningkatan omzet, tetapi juga membangun loyalitas pelanggan. Strategi pengiriman yang tepat dan pemilihan mitra logistik andal menjadi kunci menjaga kepercayaan di tengah banjir orderan.













