Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Alarm S&P Berbunyi! Beban Utang RI Tembus Batas Aman, Peringkat Kredit Terancam?

by Teguh Imam Suyudi
27 Februari 2026 | 14:00
in Bisnis
imf-naikkan-proyeksi-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-2025

Ilustrasi: Grafik (Media Sosial)

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id – Tekanan terhadap fiskal Indonesia semakin menjadi perhatian lembaga pemeringkat global. S&P Global Ratings memperingatkan kenaikan biaya pembayaran bunga utang pemerintah berpotensi meningkatkan risiko terhadap profil kredit sovereign Indonesia.

Analis sovereign S&P, Rain Yin, dikutip Bloomberg, Kamis (26/2/2026), menyebut rasio pembayaran bunga utang pemerintah diperkirakan telah melampaui ambang batas krusial 15% dari total pendapatan negara pada tahun lalu. Selama bertahun-tahun, level tersebut menjadi batas aman yang berhasil dijaga Indonesia.

Jika rasio itu bertahan di atas 15% secara berkelanjutan, S&P membuka peluang perubahan pandangan menjadi lebih negatif terhadap peringkat kredit Indonesia yang saat ini masih berada di level BBB dengan outlook stabil.

S&P menegaskan dua faktor utama yang terus dipantau yakni kekuatan kerangka fiskal jangka menengah serta kemampuan pemerintah meningkatkan penerimaan negara.

Sinyal kewaspadaan ini muncul setelah Moody’s Ratings lebih dulu menurunkan outlook Indonesia menjadi negatif pada awal Februari 2026. Kekhawatiran investor juga meningkat usai peringatan MSCI Inc. terkait potensi penurunan status pasar Indonesia dari emerging market.

Sejak pandemi Covid-19, beban bunga utang meningkat tajam dan belum kembali ke level sebelum krisis. Sementara itu, defisit fiskal tahun lalu mencapai 2,9% terhadap PDB, mendekati batas disiplin fiskal nasional sebesar 3%.

Managing Director S&P Asia Pasifik, Kim Eng Tan, menilai arus keluar modal asing menjadi risiko berikutnya jika kepercayaan investor melemah. Kondisi tersebut dapat meningkatkan biaya pembiayaan pemerintah sekaligus menekan stabilitas pasar keuangan.

Dengan penerimaan negara yang belum pulih kuat dan beban bunga terus naik, ketahanan fiskal Indonesia kini menjadi ujian penting bagi stabilitas ekonomi ke depan.

READ  PT Asuransi Jiwa Sequis Life Luncurkan Tiga Produk Asuransi Baru
Tags: Ekonomi Indonesiapasar keuanganUtang Negara
Previous Post

AQUVIVA Tebar Kesejukan Ramadan! 321 Masjid di Indonesia Kebagian Air Mineral Gratis

Next Post

Peluncurkan TEI ke-41 Tahun 2026, Mendag Busan Targetkan Transaksi USD 17,5 Miliar

Next Post
Peluncurkan TEI ke-41 Tahun 2026, Mendag Busan Targetkan Transaksi USD 17,5 Miliar

Peluncurkan TEI ke-41 Tahun 2026, Mendag Busan Targetkan Transaksi USD 17,5 Miliar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

pelatihan-itsm-msi-institute-juli-2026

MSI Institute Gelar Pelatihan IT Service Management, Bekali Profesional Kuasai Tata Kelola Layanan TI Berbasis ITSM

3 Juli 2026 | 16:00
rsud-sambas-transformasi-layanan-kesehatan-top-bumd-awards-2026

RSUD Sambas Paparkan Transformasi Layanan Kesehatan di TOP BUMD Awards 2026

14 Januari 2026 | 22:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00
RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Perkuat Transformasi Digital untuk Tingkatkan Mutu Layanan, RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 07:00

POPULER

TNI Kuat Rakyat Bermartabat

Tukin TNI dan Kemhan Naik Setelah Delapan Tahun

30 Juli 2026 | 09:00
Selain menjatuhkan sanksi, KPPU juga merekomendasikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memperkuat pengawasan industri pinjaman online. Kebijakan ini dilakukan untuk mencegah celah regulasi serta membatasi praktik asosiasi yang berpotensi memuat ketentuan anti persaingan di masa depan

Bersekongkol Tetapkan Bunga Tinggi, KPPU Denda 97 Fintech Sebesar Rp 755 Miliar

27 Maret 2026 | 10:50
dukun-pembunuh-pasutri-tegal-pernah-habisi-9-orang

Fakta Terbaru Kasus Dukun Pembunuh Pasutri di Tegal

21 Agustus 2025 | 09:00
KRI Bung Hatta Angkut Logistik untuk Korban Gempa NTT

KRI Bung Hatta Angkut Logistik untuk Korban Gempa NTT

19 Agustus 2026 | 12:36
gubernur-kaltim-dukung-pembangunan-sppg-di-kabupaten-kota

2.700 Dapur SPPG Siap Diaktifkan, MBG Sasar Wilayah 3T

31 Agustus 2026 | 13:09
Adapun ke-5 calon Ketum PBNU adalah KH Abdul Hakim Mahfudz, KH Zulfa Mustofa, KH Abdussalam Shohib, KH Yahya Cholil Staquf, KH Abdul Ghaffar Rozin. Dan pada Sidang Pleno V yang berlangsung di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Senin (31/8/2026) dini hari, Gus Kikin resmi terpilih.

KH Abdul Hakim Mahfudz Resmi Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU 2026-2031

31 Agustus 2026 | 11:19
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved