Jakarta, CoreNews.id — Pegadaian selama tahun 2026 menargetkan laba bersih melampaui Rp 9 triliun. Dari sisi bisnis inti, layanan gadai emas diperkirakan masih menjadi kontributor utama dengan target portofolio lebih dari 90%. Target tersebut akan ditopang oleh peningkatan jumlah nasabah aktif serta penguatan transaksi dalam ekosistem emas.
Hal tersebut disampaikan Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis Pegadaian, Ferdian Timur Satyagraha di Jakarta (27/2/2026). Menurut Ferdian, sekalipun layanan gadai emas diperkirakan masih menjadi kontributor utama, namun kinerja perusahaan tidak semata ditentukan oleh pergerakan harga emas. Laba Pegadaian ikut dipengaruhi oleh berbagai faktor operasional dan strategi bisnis.
Sebagai informasi, kinerja Pegadaian sepanjang 2025 didorong oleh tren kenaikan harga emas yang signifikan. Kondisi ini berdampak positif terhadap pertumbuhan outstanding gadai dan pada akhirnya meningkatkan laba perusahaan. Dan sepanjang tahun 2025, Pegadaian mencatat pertumbuhan laba sebesar 42,6% secara year on year (YoY) atau menjadi Rp 8,34 triliun per akhir tahun.*













